Tafsir Al-Hajj 19-21: Pendeta Duluan yang Mengolok

Tafsir Al-Hajj 19-21: Pendeta Duluan yang Mengolok Dr. KH. A. Musta'in Syafi'i.

Oleh: Dr. KH. Ahmad Musta'in Syafi'ie

Rubrik ini diasuh oleh pakar tafsir Dr. KH. A. Musta'in Syafi'i, Mudir Madrasatul Qur'an Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur. Kiai Musta'in selain dikenal sebagai mufassir mumpuni juga Ulama Hafidz (hafal al-Quran 30 juz). Kiai yang selalu berpenampilan santai ini juga Ketua Dewan Masyayikh Pesantren Tebuireng.

Tafsir ini ditulis secara khusus untuk pembaca HARIAN BANGSA, surat kabar yang berkantor pusat di Jl Cipta Menanggal I nomor 35 Surabaya. Tafsir ini terbit tiap hari, kecuali Ahad. Kali ini Kiai Musta’in menafsiri Surat Al-Hajj': 19-21. Selamat mengaji serial tafsir yang banyak diminati pembaca.

19. Hāżāni khaṣmānikhtaṣamū fī rabbihim fal-lażīna kafarū quṭṭi‘at lahum ṡiyābum min nār(in), yuṣabbu min fauqi ru'ūsihimul-ḥamīm(u).

Inilah dua golongan (mukmin dan kafir) yang bertengkar. Mereka bertengkar tentang Tuhan mereka. Bagi orang-orang yang kufur dibuatkan pakaian dari api neraka. Ke atas kepala mereka akan disiramkan air yang mendidih.

20. Yuṣharu bihī mā fī buṭūnihim wal-julūd(u).

Dengan (air mendidih) itu akan diluluhlantakkan apa yang ada dalam perut mereka dan (juga) kulit (mereka).

21. Wa lahum maqāmi‘u min ḥadīd(in).

Untuk mereka (azab berupa) palu (godam) dari besi.

TAFSIR

“Hadzan khashman, ikhtashamu fi Rabbihim..”. Dua kelompok berdebat tentang Tuhan mereka. Memang banyak tafsir perihal “khashman” ini. Salah satunya adalah kelompok muslim dan kelompok kafir yang mubarazah, duel di medan Badar, seperti yang diunggah dalam sabab nuzul di atas.

Jadi, duel fisis itu terjadi karena mereka sebelumnya sudah berbeda keyakinan, yaitu: antara islam dengan kafir. Bantah-bantahan, adu mulut, adu argumen, dan tidak ada yang mau mengalah. Akhirnya diselesaikan di medan perang.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO