Dr. KH. A. Musta'in Syafi'i.
Oleh: Dr. KH. Ahmad Musta'in Syafi'ie
Rubrik Tafsir Al-Quran Aktual ini diasuh oleh pakar tafsir Dr. KH. A. Musta'in Syafi'i, Mudir Madrasatul Qur'an Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur. Kiai Musta'in selain dikenal sebagai mufassir mumpuni juga Ulama Hafidz (hafal al-Quran 30 juz). Kiai yang selalu berpenampilan santai ini juga Ketua Dewan Masyayikh Pesantren Tebuireng.
Tafsir ini ditulis secara khusus untuk pembaca HARIAN BANGSA, surat kabar yang berkantor pusat di Jl Cipta Menanggal I nomor 35 Surabaya. Tafsir ini terbit tiap hari, kecuali Ahad. Kali ini Kiai Musta’in menafsiri Surat Al-Hajj': 28-29. Selamat mengaji serial tafsir yang banyak diminati pembaca.
30. Żālika wa may yu‘aẓẓim ḥurumātillāhi fa huwa khairul lahū ‘inda rabbih(ī), wa uḥillat lakumul-an‘āmu illā mā yutlā ‘alaikum fajtanibur-rijsa minal-auṡāni wajtanibū qaulaz-zūr(i).
Demikianlah (petunjuk dan perintah Allah). Siapa yang mengagungkan apa yang terhormat di sisi Allah (ḥurumāt) lebih baik baginya di sisi Tuhannya. Semua hewan ternak telah dihalalkan bagi kamu, kecuali yang diterangkan kepadamu (keharamannya). Maka, jauhilah (penyembahan) berhala-berhala yang najis itu dan jauhi (pula) perkataan dusta.
31. Ḥunafā'a lillāhi gaira musyrikīna bih(ī), wa may yusyrik billāhi fa ka'annamā kharra minas-samā'i fa takhṭafuhuṭ-ṭairu au tahwī bihir-rīḥu fī makānin saḥīq(in).
(Beribadahlah) dengan ikhlas kepada Allah, tanpa mempersekutukan-Nya. Siapa yang mempersekutukan Allah seakan-akan dia jatuh dari langit, lalu disambar oleh burung atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.
TAFSIR
Arca, patung, berhala. adalah benda yang diukir sedemikian rupa untuk merefleksikan Tuhan yang diyakini dan selanjutnya sebagai media sesembahan. Bila patung itu refleksi dari manusia, makhluk berakal, maka namanya “shanam” (mufrad) atau “ashnam” (jamak). Dan ini yang terbanyak dan paling klasik.
Disebutkan, bahwa sejak zaman Nabi Nuh A.S. sudah ada beberapa shanam. Kaum nabi Nuh A.S. yang kafir dan pembangkang itu membuat Tuhan-tuhanan berupa patung yang direfleksikan dari orang-orang shalih, junjungan mereka tempo dulu. Ada lima jenis shanam waktu itu, yaitu : Wadd, Shuwa’, Yaghuts, Ya’uq, dan Natsr. (Nuh;33).
Dan jika patung tersebut adalah ekspresi non-manusia, tak berakal, alam atau hewan, maka namanya “watsan” (mufrad) atau “autsan” (jamak). Seperti patung gajah raksasa yang biasa disebut Ganesha. Kalau patung itu merefleksikan malaikat atau patung Yesus? Tentu saja namanya shanam.
Semua ahli sejarah sudah sama-sama mengerti, apalagi pengikut Kristen akademik, bahwa sosok yang dijadikan model sebagai Yesus yang terbentang di kayu salib adalah bukan sosok atau wajah Yesus asli. Karena tidak ada dokumen yang bisa dipercaya, tidak ada lukisan alami apalagi foto. Selain itu, tidak diketahui di mana kuburannya jika beliau wafat di bumi ini.
Sesungguhya yang menjadi model Yesus di kayu salib sekarang adalah Cesare Borgia, yang diyakini wajahnya mirip Yesus. Lalu, siapa dia? Cesare Borgia adalah anak Haram, anak Zina dari Paus Alexander VI. (sumber : Wikipedia. https://id.wikipedia.org)













