“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa akses pendidikan tinggi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Jawa Timur semakin terbuka,” tuturnya.
Wilayah Cabang Dinas Pendidikan Sidoarjo mencatat kenaikan tertinggi jumlah murid lolos SNBT, yakni 100,8 persen. Madura juga menunjukkan peningkatan signifikan, dengan Pamekasan naik 33,02 persen, Bangkalan 15,5 persen, Sumenep 10 persen, dan Sampang 8,5 persen.
Program MAMA MAU NAIK KELAS disebut berkontribusi terhadap capaian tersebut. Daerah lain juga mencatat peningkatan, antara lain Gresik 26,6 persen, Bondowoso 25,6 persen, Kabupaten Pasuruan 24,8 persen, Lamongan 17,13 persen, Kabupaten Malang 16,91 persen, Jember 13,3 persen, dan Bojonegoro 10,12 persen.
“Ini adalah hasil kerja bersama. Kami mengapresiasi seluruh kepala sekolah, guru, orang tua, dan murid yang terus berjuang meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Timur,” kata Khofifah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan capaian SNBT mencerminkan meningkatnya daya saing generasi muda.
“Semakin banyak anak Jawa Timur diterima di perguruan tinggi negeri, maka semakin besar peluang kita mencetak SDM unggul, kompetitif, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” ucapnya. (dev/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




