Realisasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi Baru Capai 25%

Realisasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi Baru Capai 25% Petani di Bojonegoro saat sedang menanam padi.

BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Bojonegoro pada awal musim tanam pertama tahun 2026 ini tercatat masih berada di angka 25,16 persen. Hingga akhir Maret lalu, total pupuk yang sudah terserap oleh petani baru mencapai sekitar 32.752 ton dari total alokasi tahunan yang disediakan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro, Zaenal Fanani, menjelaskan bahwa angka penyerapan yang masih tergolong rendah ini disebabkan oleh siklus tanam yang baru saja dimulai.

"Karena baru memasuki musim tanam pertama sehingga serapan pupuk masih minim," jelas Zaenal Fanani saat memberikan keterangan pada Senin (13/4/2026).

Untuk tahun anggaran 2026, Kabupaten Bojonegoro mendapatkan jatah total pupuk bersubsidi sebanyak 130.177 ton. Adapun rincian alokasi tersebut meliputi Pupuk Urea 63.213 ton, Pupuk NPK 53.015 ton, Pupuk Organik 13.948 ton.

Meskipun jumlah usulan pupuk bersubsidi tahun ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pihak dinas meyakini bahwa ketersediaan stok yang ada saat ini masih sangat mencukupi kebutuhan seluruh petani di Bojonegoro.

“Meski usulan pupuk bersubsidi turun dibandingkan tahun lalu, diperkirakan masih mencukupi kebutuhan petani," ujarnya optimis.

Zaenal juga mendorong para kelompok tani (poktan) maupun petani perorangan untuk segera melakukan penebusan pupuk di kios-kios resmi. Hal ini penting agar proses pemupukan dapat dilakukan tepat waktu sehingga produktivitas tanaman padi tetap terjaga secara maksimal.

Belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya di mana alokasi pupuk seringkali menyisakan stok di akhir tahun, ia berharap petani lebih proaktif dalam melakukan penyerapan sejak dini.

"Karena pada beberapa tahun lalu, alokasi pupuk di Bojonegoro masih memiliki sisa. Sehingga diharapkan para petani segera melakukan penyerapan," pungkasnya. (jku/rev)