Wali Kota Batu Nurochman bersama Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto, bersama pimpinan DPRD Kota Batu.
"Kami berkomitmen menyelaraskan pembangunan daerah dengan kebijakan nasional, termasuk optimalisasi sumber daya dan transformasi digital," tambahnya.
Untuk tahun 2026, Pemerintah Kota Batu memproyeksikan pendapatan daerah mencapai Rp1 triliun. Fokus utama diarahkan pada penguatan sektor unggulan, yaitu pertanian, UMKM, dan pariwisata sebagai tulang punggung perekonomian. Selain itu, Pemkot juga menargetkan penurunan angka kemiskinan hingga 2,90%.
Di sektor pembangunan sumber daya manusia, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi indikator utama dalam upaya mendorong kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, dari sisi tata kelola keuangan, Pemkot Batu merencanakan optimalisasi belanja daerah dengan alokasi sisa lebih anggaran (silpa) sekitar 50%. Dana ini akan diprioritaskan untuk program padat karya, seperti Bakti UMKM, penguatan perdagangan, dan pengembangan pariwisata.
Di akhir pidatonya, Wali Kota menegaskan bahwa rancangan KUA dan PPAS 2026 disusun secara realistis, dengan mengacu pada kondisi makro ekonomi Indonesia dan Jawa Timur. "Proyeksi ini bukan sekadar narasi, tetapi hasil analisis lapangan untuk memastikan pembangunan berkeadilan dan berkelanjutan," tutupnya, sembari mengajak seluruh pihak untuk mendukung visi MBatu SAE.
Rapat paripurna ini juga dihadiri oleh pimpinan dan anggota DPRD, Sekretaris Daerah, serta seluruh jajaran kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Batu. (asa/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




