Penandatanganan bersama hasil Rekomendasi Atas LKPj Kota Madiun 2025. Foto: Hendro Suhartono/BANGSAONLINE
KOTA MADIUN,BANGSAONLINE.com - DPRD Kota Madiun menyerahkan rekomendasi atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Tahun 2025 kepada Plt Wali Kota Madiun dalam rapat paripurna, Rabu (22/4/2026). Penyerahan dilakukan setelah pembahasan oleh Panitia Anggaran (Panggar) rampung.
Sebelum penyerahan, dibacakan Keputusan DPRD Kota Madiun Nomor 188.401.040/6/2026 tentang Rekomendasi atas LKPj Tahun 2025 oleh Wakil Ketua II DPRD Kota Madiun, Istono.
BACA JUGA:
- DPRD Kabupaten Mojokerto Soroti Kelalaian Perlindungan Kerja, Perusahaan Diminta Tanggung Jawab
- Gelar Paripurna, DPRD Kabupaten Madiun Siapkan Pansus Bahas Raperda Aset dan PDAM
- Menang Gugatan, Pengacara Unicomindo: Pemkot Surabaya Tunda Bayar Utang Bisa Dinilai Abai Hukum
- Retribusi PKL di Jember Masih Digodok untuk Dongkrak PAD, DPRD Usul Skema Opsional
Pimpinan rapat paripurna DPRD Kota Madiun, Armaya, menyampaikan bahwa rekomendasi tersebut menjadi catatan dan bahan evaluasi bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Catatannya terkait dengan OPD yaitu terkait PDRB dari Dinas Perdagangan, prevalensi stunting dari Dinas Kesehatan, rata-rata lama sekolah itu Dinas Pendidikan, dan yang paling penting predikat WBK dan WBBM,” terang Armaya.
Ia menambahkan, capaian birokrasi bersih dinilai masih belum memenuhi target, sehingga perlu perhatian lebih agar tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat.
Selain itu, Panggar juga menyoroti data statistik dari Dinas Kominfo yang belum mencapai target meski mendekati, sehingga perlu ditingkatkan.
“Khusus kepada OPD dalam hal ini pak wali untuk lebih mengepush lagi capaian dari indikator capaian ini,” tandasnya.
Menanggapi rekomendasi tersebut, Plt Wali Kota Madiun Bagus Panuntun menyatakan pihaknya akan segera melakukan perbaikan bersama jajaran OPD, khususnya terkait sektor perekonomian.
“Secara angka saja yang turun, sebenarnya perputaran ekonominya tidak turun. Ini dikarenakan dengan kondisi perubahan. Secara angka turun tapi secara ekonomi sebenarnya stabil,” timpal Bagus.(dro/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




