Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA dan Syaikh Muhammad Ahmad Mabruk Al-Husaini dari Mesir saat memimpin doa dalam HUT ke-25 HARIAN BANGSA atau Seprempat Abad HARIAN BANGSA di kantor HARIAN BANGSA Jalan Cipta Menanggal I nomor 35 Surabaya, Senin (24/2/2025). Foto: A Fauzi/bangsaonline
"Imad kemudian mengadakan penelitian tentang nasab," kata Kiai Asep sembari mengatakan bahwa dalam penelitiannya itu menumukan data bahwa Ba'alawi itu nasabnya tak nyambung kepada Rasulullah SAW.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu juga minta agar para habaib memperbaiki sikapnya, tidak merendahkan orang pribumi.
Menurut Kiai Asep, dalam Islam tak ada ras yang lebih unggul dari ras yang lain. Dalam pandangan Allah semua sama. Yang membedakan adalah tingkat ketakawaannya kepada Allah SWT.
Kiai Asep lalu mengutip sabda Rasulullah SAW bersabda "Laa fadhla li-arabiyyin ala ajamiyyin wa laa li-ajamiyyin ala arabiyyin wa laa li-ahmara ala aswada wa laa aswada ala ahmara illa bi-ttaqwa,".
"Tak ada kelebihan orang Arab dari yang bukan Arab (ajam), yang bukan Arab dari orang Arab, yang berkulit merah dari yang berkulit hitam, dan yang berkulit hitam dari yang berkulit merah, selain dari ketakwaannya," kata Kiai Asep.
Kiai Asep juga minta agar Habib Taufiq mencabut hukum yang mengharamkan syarifah (wanita keturunan Rasulullah) menikah dengan orang Jawa atau orang pribumi.
“Ini kan merendahkan bangsa Indonesia. Saya mendengar ada syarifah yang sudah menikah dengan orang Jawa dipaksa cerai. Ini kan haram. Memaksa orang yang sudah menikah bercerai itu hukumnya haram mutlak,” tegas Kiai Asep.
Bagaimana pernyataan lengkapnya? Silakan tonton Podcast BANGSAONLINE di channel YouTube.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




