Ramadan Isa
SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Koordinator Nasional Poros Muda Nahdlatul Ulama (PMNU) menilai kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2021–2026 belum berjalan maksimal dalam memenuhi harapan warga Nahdliyin.
Ketua Umum Poros Muda NU, Ramadan Isa menyampaikan, evaluasi tersebut menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung pada 1–5 Agustus 2026 mendatang.
BACA JUGA:
- Juga Beredar Surat PBNU Tanda Tangan Tunggal Gus Yahya, Tanpa Rais Aam, untuk Presiden
- Kiai Miftah Bantah Hadang Pesantren Lirboyo Jadi Tuan Rumah Muktamar NU
- Nama Tunggal di SK, Rais Aam Putuskan Lokasi Munas-Konbes NU di Ponpes Alfalah Ploso Kediri
- Muktamar ke-35 NU: Dari Politik Figur Menuju Politik Gagasan di Tengah Disrupsi Zaman
Menurut Ramadan Isa, sejumlah program strategis dan gagasan besar yang dicanangkan selama kepengurusan PBNU saat ini dinilai masih minim realisasi. Selain itu, konsolidasi internal organisasi juga dianggap belum kuat.
Ia menilai respons organisasi terhadap dinamika sosial, keagamaan, dan politik nasional juga cenderung belum optimal.
“Penilaian ini bukan untuk menyalahkan, melainkan sebagai bahan evaluasi mendalam agar kita tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa mendatang. Lima tahun terakhir harus menjadi pelajaran berharga bagi seluruh elemen NU,” kata Ramadan Isa, dalam keterangannya, Jumat (29/5/2026).
Dia menegaskan Muktamar ke-35 NU menjadi momentum penting untuk menentukan arah organisasi ke depan. Karena itu, ia meminta seluruh elemen NU lebih selektif dalam memilih pemimpin baru.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




