Halaqah Pesantren di Kediri Fokus Perlindungan Anak

Halaqah Pesantren di Kediri Fokus Perlindungan Anak Halaqah pengasuh pondok pesantren di Kediri. Foto: Ist

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI) PB bersama Lakpesdam PB menggelar Halaqah Pengasuh Pesantren di Pondok Pesantren Al Falah II, Kediri, pada 20-21 Juni 2026. 

Agenda tersebut merupakan tindak lanjut program penguatan kapasitas pesantren dalam pencegahan dan penanganan kekerasan yang sebelumnya dilakukan melalui pelatihan dan Training of Trainers (ToT).

Halaqah diikuti pengurus RMI PW Jawa Timur, PC se-Jawa Timur, pengasuh pesantren, serta jurnalis. Forum dibagi dalam dua sesi, yakni penguatan komitmen keagamaan dan kelembagaan pesantren dalam mencegah kekerasan, serta strategi komunikasi publik bersama jurnalis terkait isu perlindungan anak.

Ketua Lakpesdam PB, Ufi Ulfiyah, menegaskan pesantren harus menjalani transformasi berbasis kurikulum, kepengasuhan, dan sumber daya manusia. 

“Jangan menstandarisasi pesantren karena itu berbahaya. Pesantren memiliki karakter dan kekhasan yang berbeda-beda sehingga proses transformasi harus dilakukan secara bertahap dan sesuai konteks masing-masing pesantren,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua RMI PB, KH Hodri Ariev, menambahkan pesantren perlu memperkuat tata kelola dan sistem pengasuhan agar tetap menjadi lembaga otoritatif sekaligus aman bagi santri. 

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Gila NU dan Orang NU Gila, Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan (16)':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO