Rapat Koordinasi lintas sektor menuju Kabupaten ASI di ruang Suroadiningrat kantor Pemkab Jombang, Rabu (16/4). foto:humas pemkab/BANGSAONLINE
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, dr. Heri Wibowo, saat Rapat Koordinasi lintas sektor menuju Kabupaten ASI, memaparkan tentang Upaya Peningkatan Pemberian ASI di kabupaten Jombang. “Target 80 persen untuk prosentasi cakupan capaian ASI di Kabupaten Jombang saat ini masih tercapai 71,8 persen," ungkapnya.
Dia menjelaskan, menindaklanjuti Perbup Nomor 10 Tahun 2012 tentang kewajiban rumah sakit di Jombang melakukan rawat gabung dan IMD, dalam waktu dekat akan segera digodok rancangan Perda tentang ASI. Peraturan Daerah tersebut diantaranya menyebutkan, semua bayi yang lahir di Jombang harus IMD (inisiasi menyusui dini) serta melarang pemberian susu formula pada bayi usia 0-6 bulan.
“Selama ini kami juga telah melakukan sosialisasi promosi pentingnya ASI, kami juga memiliki posyandu binaan, sudah ada pojok laktasi, tentu kami dengan senang hati dan siap berkontribusi untuk mewujudkan Jombang Menuju Kabupaten ASI”, tutur Catur dokter dari RSK Mojowarno.
Dia menjelaskan, Bayi yang diberi Air Susu Ibu (ASI) akan lebih sehat dan mencapai pertumbuhan serta perkembangan yang optimal bila dibandingkan dengan bayi yang diberikan susu formula. Jika bayi terus diberikan ASI sampai usia dua tahun atau lebih, kesehatan dan perkembangan jutaan anak akan meningkat secara bermakna.
Sebaliknya, anak yang tidak diberi ASI, memiliki risiko yang semakin meningkat untuk sakit dan dapat menghambat pertumbuhan bahkan meningkatkan risiko mati atau cacat. Bayi yang disusui akan menerima perlindungan dan kekebalan terhadap berbagai penyakit melalui air susu ibunya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




