Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Dr. Wihaji di kegiatan Grebek Pasar
Ia menambahkan bahwa berbagai jenis kontrasepsi, seperti suntik, IUD, dan implan, dapat diakses secara gratis.
Langkah ini merupakan bagian dari amanah Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang pengendalian kependudukan.
Selain meninjau pasar, Dr. Wihaji juga menghadiri Pembukaan Pelayanan KBKR (Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi) Serentak Seluruh Indonesia.
Acara ini mencakup dialog interaktif dengan Pimpinan Daerah, Dinas terkait, serta PT. INKA yang berperan dalam program 'Genting' (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting).
Kunjungan diakhiri dengan peninjauan pelayanan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Puskesmas Jiwan, Madiun, dimana Menteri berdialog dengan tenaga kesehatan, penyuluh KB, serta akseptor KB.
Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Dra. Maria Ernawati, M.M., menyampaikan bahwa kunjungan ini membawa semangat baru bagi Jawa Timur, khususnya Madiun, dalam menjalankan program pembangunan keluarga.
“Pak Menteri meninjau langsung program pemenuhan gizi, pelayanan KB, serta pemberdayaan lansia. Harapan kami, ini akan semakin mendorong masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam membangun keluarga berkualitas, karena bangsa yang besar dimulai dari keluarga yang sehat dan sejahtera,” ujar Maria Ernawati.
Melalui kunjungan ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya gizi sejak dini, penggunaan alat kontrasepsi untuk perencanaan keluarga.
Serta pemberdayaan lansia sebagai bagian dari strategi pembangunan keluarga berkelanjutan. (hen/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




