Warga berbondong-bondong membersihkan material yang terbawa banjir di Kecamatan Kendit, Situbondo (dok. Ist)
SITUBONDO,BANGSAONLINE.com - Dosen Teknik Kelautan, Universitas Abdurrahman Saleh (Unars), Situbondo, Ani Listriyana angkat bicaara mengenai banjir bandang di Kecamatan Kendit.
Menurut dosen yang mengampu mata kuliah Mekanika Fluida, Hidrolika itu , kondisi hutan gundul jadi faktor utama penyebab banjir.
BACA JUGA:
- Mediasi Kasus Pencabulan Anak di Bawah Umur di Situbondo Gagal, Proses Hukum Jalan Terus
- Wakil Ketua DPRD Kota Batu Soroti Lapak PKL di Alun-Alun, Jalan Umum Berubah Jadi Pasar
- Orang Tua di Situbondo Laporkan Kakek 60 Tahun atas Dugaan Pencabulan Anak Usia 4,5 Tahun
- DPRD Surabaya dan PCNU Bahas Aspirasi Warga hingga Usulan Nama Jalan Pendiri NU
"Kalau dilihat dari pinggir jalan terlihat sangat rimbun, dilihat pakai drone kita nggak tahu tengah-tengahnya itu pun juga tidak seindah yang dilihat yang di depan," Kata Ani Listriyana kepada BANGSAONLINE, Jumat (27/12/2024).
Ani menganggap mitigasi bencana banjir yang dilakukan kurang berhasil. Selain itu, untuk melihat kapasitas banjir dapat dilihat dari sejumlah faktor.
"Faktor curah hujan, karakteristik wilayahnya, kondisi sungainya serta kapasitas saluran atau bendungan," jelasnya.
Menurutnya, untuk membuat perencanaan mitigasi banjir yang efektif perlu mengetahui debit banjir dari data yang dihimpun.
"Proses bisa dengan analisa data atau simulasi banjir agar hitungannya efektif atau belum," ungkapnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




