BPJS Kesehatan Cabang Kediri Gandeng Komunitas Penyandang Disabilitas untuk Sosialisasi Program JKN

BPJS Kesehatan Cabang Kediri Gandeng Komunitas Penyandang Disabilitas untuk Sosialisasi Program JKN Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kediri, Tutus Novita Dewi, dan Kepala Puskesmas Ngadiluwih, Mustadhim, saat memberikan materi. Foto: Ist

Selain itu, ia juga menegaskan mengenai alur pelayanan kesehatan yang harus dipahami oleh masyarakat sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 47 Tahun 2018 tentang Pelayanan Kegawat Daruratan, bahwa dengan kondisi meliputi mengancam nyawa, adanya gangguan pada jalan nafas, adanya penurunan kesadaran, adanya gangguan hermodinamik, dan memerlukan tindakan segera, biaya pelayanan kesehatan dapat dijamin oleh JKN.

“Pelayanan kesehatan bisa melalui Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti puskesmas, klinik, dan Dokter Praktik Perorangan (DPP). Jadi peserta JKN dapat mengunjungi ke FKTP dahulu apabila ada keluhan. Namun, jika dokter di FKTP menyarankan untuk tindak lanjut dapat diberikan rujukan ke rumah sakit," katanya.

"Jadi peserta JKN tidak bisa langsung datang ke rumah sakit begitu saja, kecuali apabila dalam keadaan emergency. Dalam hal ini yang menentukan kondisi tersebut emergency atau tidak adalah dokter yang memeriksa. Apabila emergency maka peserta tidak perlu membayar secara mandiri karena sudah ditanggung JKN,” imbuhnya.

Sosialisasi ini juga dihadiri oleh Mustadhim, dokter dan juga merupakan Kepala Puskesmas Ngadiluwih yang turut serta memberikan materi mengenai gaya hidup sehat. Ia menyampaikan jika terdapat pergeseran penyakit zaman dahulu dan saat ini, sehingga ditekankan olehnya untuk menerapkan pola hidup sehat supaya terhindar dari penyakit.

“Waspada penyakit saat ini dengan penyakit jaman dulu sudah berbeda. Jika dulu yang ditakutkan adalah penyakit menular, sedangkan jaman sekarang adalah penyakit tidak menular yang sangat mengkhawatirkan," ungkapnya.

"Negara berusaha mengayomi menyediakan dana besar untuk penyakit tidak menular. Ini yang harus ditekankan jangan sampai menjadi beban sehingga masyarakat menjadi tidak sehat. Contoh penyakit tidak menular seperti jantung koroner, diabetes melitus, hipertensi, dan obesitas,” tuturnya menambahkan.

Untuk itu, Mustadhim menyarankan agar dapat menerapkan pola hidup sehat dengan menerapkan perilaku CERDIK yaitu Cek Kesehatan Secara Rutin, Enyahkan Asap Rokok, Rajin Aktivitas Fisik, Diet Seimbang, Istirahat Cukup, Kelola Stress. Apabila sudah menderita penyakit tertentu, diharapkan untuk melakukan pengobatan rutin dan meninggalkan pola hidup yang tidak baik.

“Kita harus mengusahakan setiap hari untuk menggerakkan badan. Setidak-tidaknya selama setengah jam berolahraga. Boleh jalan kaki, jogging ringan, senam dan disesuaikan dengan kemampuan atau kondisi badan," cetusnya.

"Apabila terkena penyakit kronis bisa mengikuti Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Kesehatan. Kalau di Prolanis ada penyuluhan kesehatan, sehingga ada harapan terkontrolnya penyakit tersebut,” pungkasnya. (uji/ Kesehatan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Persiapan ke Piala Dunia, Timnas Disabilitas Sepak Bola Latihan di Pasuruan':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO