Ilustrasi. Foto: BPJS Kesehatan Madiun
MADIUN, BANGSAONLINE.com - Hipertensi atau tekanan darah tinggi dikenal sebagai silent killer karena sering muncul tanpa gejala jelas dan berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti stroke, penyakit jantung, hingga gagal ginjal. Momentum Hari Hipertensi Sedunia yang diperingati setiap Mei menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih peduli menjaga kesehatan sejak dini.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Madiun, Wahyu Dyah Puspitasari, menegaskan hipertensi merupakan penyakit kronis yang membutuhkan perhatian serius.
"Jika tidak dikendalikan, hipertensi dapat menyebabkan komplikasi serius seperti stroke, penyakit jantung, hingga gagal ginjal yang membutuhkan terapi jangka panjang seperti cuci darah. Karena itu, penting bagi masyarakat untuk mulai menerapkan pola hidup sehat sejak sekarang," ujarnya pada Senin (18/5/2026).
Langkah pencegahan dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana seperti menjaga pola makan, mengurangi konsumsi garam, rutin berolahraga, mengelola stres, dan pemeriksaan kesehatan berkala.
BPJS Kesehatan juga mendorong peserta JKN atau Jaminan Kesehatan Nasional aktif menjaga kondisi melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang tersedia di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
Melalui Prolanis, peserta mendapatkan layanan pemeriksaan rutin, edukasi, pemantauan kesehatan, hingga pendampingan agar penyakit tetap terkontrol. Peserta dengan kondisi stabil juga dapat memanfaatkan Program Rujuk Balik (PRB) untuk pelayanan dan pengambilan obat di FKTP.
BPJS Kesehatan turut mengajak masyarakat melakukan deteksi dini risiko penyakit melalui Skrining Riwayat Kesehatan yang dapat diakses lewat aplikasi Mobile JKN, layanan PANDAWA, maupun langsung di FKTP.
Manfaat program ini dirasakan Lestari (57), peserta JKN yang rutin mengikuti Prolanis. Ia mengaku baru menyadari hipertensi setelah pemeriksaan kesehatan.
"Sekarang saya rutin kontrol kesehatan, mulai olahraga, dan menjaga pola makan. Saya jadi sadar kalau kesehatan memang harus dijaga sebelum kondisi semakin parah," katanya. (red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




