Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari. Foto: istimewa
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Dr KH Ahmad Mustain Syafii, MAg, Pakar Tafsir Al-Quran yang juga Ketua Dewan Masyayikh Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur menegaskan bahwa Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari menolak anugerah bintang penghargaan yang diberikan pemerintah Hindia Belanda.
Sementara Habib Usman Bin Yahya menerima bintang penghargaan yang diberikan oleh pemerintah Hindia Belanda. Maklum, Usman Bin Yahya memang berada pada pihak Pemerintah Hindia Belanda. Bahkan Usman Bin Yahya adalah Mufti Agung Betawi pada abad ke-19 di Hindia Belanda.
BACA JUGA:
- Pimpin Shalat Malam-Istighatsah, Kiai Asep Doakan Kiai Yusuf Hasyim, Kiai Abbas dan Presiden Prabowo
- Gus Yahya Lukai Hati Hadratussyaikh, Prof Kiai Imam Ghazali: One Man Show Tak Wakili NU
- Pengusulan KH M Yusuf Hasyim sebagai Pahlawan Tetap Lanjut, Meski sudah Dapat Bintang Maha Putra
- Refleksi Kemerdekaan RI ke-80, Kiai Asep: Pesantren Tebuireng Pusat Pejuang dan Pahlawan
Menurut Kiai Mustain Syafii, Hadratussyaikh benar-benar menolak pemberian bintang penghargaan dari pemerintah Hindia Belanda itu.
“Bahkan Hadratussyaikh minta para santri (Tebuireng) berpuasa tiga hari agar Hadrattussyaikh tetap kukuh menolak pemberitan bintang (perhargaan) itu,” kata Dr KH Ahmad Mustain Syafii dalam Podcast BANGSAONLINE di channel YouTube yang dipandu M. Mas’ud Adnan, CEO HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE.
Menurut Kiai Mustain Syafii, Hadratussyaikh menolak keras pemberian bintang penghargaan itu karena faktor sufistik yang tinggi yang dianut pendiri Nahdlatul Ulama (NU) dan Pesantren Tebuireng itu.
Faktor kedua, menurut Kiai Mustain, karena Hadratussyaikh tak mau kompromi loyal dengan pemerintah Hindia Belanda.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




