TULUNGAGUNG, BANGSAONLINE.com - Hamparan lahan tebu di Desa Pinggirsari, Kecamatan Ngantru, Sabtu (23/5/2026), tampak lebih ramai dari biasanya. Sejumlah petani berkumpul mengikuti tanam perdana Program Bongkar Ratoon Tebu.
Di tengah area persawahan, para petani, penyuluh pertanian, hingga jajaran pemerintah daerah ikut turun langsung menyaksikan proses penanaman varietas tebu baru yang diharapkan mampu meningkatkan hasil produksi.
Kegiatan tersebut dihadiri Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, Penjabat Sekretaris Daerah Tri Hariadi, Kepala Dinas Pertanian Suyanto, perwakilan Forkopimda, Forkopimcam Ngantru, Ketua APTRI Santoso, GM PG Modjopanggoong Qiqien Gunarko Mahardi Putra, kelompok tani, serta para petani tebu setempat.
Program bongkar ratoon sendiri merupakan pola peremajaan tanaman tebu lama dengan mengganti varietas yang lebih produktif. Langkah ini dinilai penting karena produktivitas tebu di sejumlah daerah mulai mengalami penurunan akibat usia tanaman yang terlalu lama.
Gerakan tanam perdana tersebut dilakukan serentak di sejumlah daerah di Jawa Timur. Pusat kegiatan berlangsung di Kabupaten Kediri dan dihadiri langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Sementara Kabupaten Tulungagung mengikuti secara daring melalui sambungan Zoom.
Dalam arahannya, Khofifah menegaskan bahwa pemerintah tengah mempercepat target swasembada gula konsumsi nasional yang sebelumnya diproyeksikan tercapai pada 2028 menjadi 2026.
“Kita semua harus bekerja keras mewujudkan swasembada gula konsumsi. Setelah itu bertahap menuju swasembada gula industri. Ini menjadi bagian penting dari ketahanan pangan nasional,” ujar Khofifah.
Menurutnya, keberhasilan program bongkar ratoon tidak cukup hanya meningkatkan produksi di tingkat petani. Pemerintah juga harus memastikan hasil panen gula memiliki pasar yang sehat dan harga yang kompetitif.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




