Seekor kucing sedang menjalani perawatan medis di Puskeswan Kota Surabaya. Foto: Hms
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menghadirkan program sterilisasi gratis bagi kucing lokal sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733. Program ini disiapkan khusus untuk warga Surabaya dengan kuota terbatas sebanyak 100 ekor kucing.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya, Nanik Sukristina, mengatakan program tersebut menjadi bentuk kepedulian Pemkot Surabaya terhadap kesehatan hewan sekaligus pengendalian populasi kucing domestik secara lebih humanis.
BACA JUGA:
- Uji Coba Perlinsos Digital, Pemkot Surabaya Imbau Warga Perbarui Data Aset
- Surabaya Jalankan Pilot Project Perlinsos Digital, Libatkan Lebih dari 12 Ribu Agen Pendamping
- Dishub Evaluasi Sopir Suroboyo Bus dan Wira-Wiri, Siapkan Sistem Penilaian Penumpang
- Cegah Manipulasi Alamat di SPMB 2026/2027, Surabaya Perkuat Validasi Domisili lewat Cek In Warga
“Ulang tahun Kota Surabaya makin berkesan kalau kita peduli sama kucing lokal di sekitar kita. Karena itu, kami menghadirkan sterilisasi gratis untuk warga Surabaya,” kata Nanik, Minggu (24/5/2026).
Ia menjelaskan, sterilisasi tidak hanya membantu mengendalikan populasi kucing agar tidak berkembang biak tanpa kontrol, tetapi juga berdampak positif terhadap kesehatan hewan. Kucing yang disteril dinilai lebih sehat, lebih tenang, dan memiliki risiko penyakit reproduksi yang lebih rendah.
Program tersebut akan digelar pada Sabtu, 30 Mei 2026 mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai di UPT Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kota Surabaya, Jalan Ikan Dorang Nomor 15, Perak Barat, Krembangan.
“Seluruh tindakan sterilisasi akan ditangani langsung oleh dokter hewan profesional. Antusiasme masyarakat diperkirakan tinggi karena layanan diberikan secara gratis dengan sistem pendaftaran terbatas atau first come, first serve,” terangnya.
Nanik menambahkan, kegiatan sterilisasi gratis bagi kucing lokal ini merupakan hasil kolaborasi antara DKPP Surabaya dengan Yayasan Seribu Senyum. Program tersebut juga mendapat dukungan dari Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jawa Timur I, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair), serta FKH Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




