Rakor lintas sektor demi meningkatkan keberhasilan pengobatan TBC di Kota Kediri. Foto: Ist
"Masyarakat yang terpapar TBC masih banyak yang kurang patuh dalam pengobatan. Banyak yang tidak sabar dalam pengobatan, karena proses pengobatan dilakukan selama 6 bulan agar sembuh," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bidang P2P (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) Dinkes Kota Kediri, Hendik Suprianto, menjelaskan beberapa hambatan yang dialami dalam meningkatkan keberhasilan pengobatan TBC.
Seperti banyak kasus-kasus baru yang belum dilaporkan yang biasa terjadi di rumah sakit dan klinik, kurangnya pengetahuan tentang penyakit TBC di masyarakat, hingga masih belum maksimalnya keterlibatan lintas sektoral dalam penanggulangan TBC.
Ia menegaskan keberhasilan pengobatan memerlukan bantuan dan kolaborasi lintas sektor.
Hendik menyebut keterlibatan lintas sektoral juga tertera dalam Perpres no. 67 tahun 2021 tentang penanggulangan tuberkulosis yang bertujuan sebagai acuan bagi kementerian/lembaga, pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota, pemerintah desa, serta pemangku kepentingan lainnya dalam melaksanakan penanggulangan TBC.
"Untuk menekan penyebaran penyakit TBC, perlu keterlibatan dari berbagai pihak seperti dalam penanggulangan kasus Covid-19 tahun lalu. Semoga dengan kegiatan ini, kolaborasi kita dalam penanggulangan TBC semakin baik. Dan capaian keberhasilan dalam pengobatan TBC di Kota Kediri dapat ditingkatkan," paparnya. (uji/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




