DPRD Gresik saat menggelar paripurna dengan agenda PA Fraksi terhadap RAPBD 2024. Foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE.com
Juru bicara Fraksi Demokrat, Suberi, juga menyoroti merosotnya postur APBD Gresik 2024. "Kejadian ini tak seperti pemerintahan-pemerintahan sebelumnya," kata Suberi.
Menurutnya, menurunnya APBD tahun 2024 karena PAD pada pemerintahan sebelumnya tak mencapai target.
"Target PAD yang kami (DPRD) tetapkan di pemerintahan sebelumnya selalu memenuhi target. Bahkan, melebihi target. Tapi, saat ini target tak terpenuhi. Sehingga, APBD 2024 mengalami penurunan," ungkapnya.
Sementara itu, juru bicara Fraksi Golkar, Asroin Widiyana, meminta PD yang telah ditetapkan dalam postur APBD harus mampu menjamin pembiayaan hingga akhir tahun anggaran.
"Untuk itu, OPD penghasil harus bekerja sungguh-sungguh dalam memenuhi target," pintanya.
Ia mencontohkan target retribusi parkir tepi jalan umum. Hasil kajian dari tim Universitas Gadjah Mada (UGM) menyatakan bahwa 10 titik parkir bisa meraup Rp2,5 miliar setahun.
"Sementara di Gresik sedikitnya ada 116 titik parkir," bebernya.
Dalam paripurna ini, sejumlah fraksi memilih tidak membacakan PA-nya. Antara lain, Fraksi Gerindra dan Fraksi NasDem.
Hadir juga, Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir, Wabup Aminatun Habibah, Sekda Achmad Washil Miftahul.Rachman, dan kepala OPD. (hud/sis)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




