Benjamin Maju Lewat Gerindra di Pilwali Surabaya, Siap Saingi Popularitas Risma

"Pekerjaan dan kesejahteraan apa yang sudah diberikan pemerintah kepada mereka? Kalau masyarakat berfikir, kota besar seperti Surabaya, tidak bisa hanya dipimpin dengan orang yang hanya sebatas membangun taman-taman indah, tapi harus bisa menciptakan genereasi-generasi baru yang cerdas dan sejahtera," sambung dia.

Di tempat yang sama, Ketua DPC Gerindra Surabaya, BF Sutadi juga menyatakan keoptimisannya. Sebab, partainya yang hanya memiliki lima kursi di DPRD Surabaya, tidak sendiri, tapi membangun koalisi dengan partai-parti besar, seperti Golkar, PKS, PAN, NasDem dan PKB.

"Kita siap (bersaing). Ada enam partai yang akan membentuk koalisi mengusung calon yang akan bersaing dengan calon incumbent. Dalam koalisi ini, kita sepakat akan mengusung calon wali kota dari partai mana, dan wakilnya dari partai mana. Yang jelas kita proyeksikan dua calon, yaitu wali kota dan wakil wali kota," papar dia.

Diakui Sutadi, Risma yang bakal dipasangkan dengan Ketua DPC PDIP Surabaya, Whisnu Sakti Buana, akan menjadi pesaing yang sangat kuat. Untuk itu, dia mengaku, pihaknya dan partai koalisi, telah menyiapkan beberapa strategi untuk meraih kemenangan.

"Minimal ada tiga plan yang wajib kita siapkan. Memang saat Bu Risma berkoalisi dengan PDIP, posisinya makin kuat. Minimal, di Pilwali nanti harus bisa dua putaran. Jika hanya satu putaran, untuk bisa menang sulit. Makanya kita siapkan strategi-strategi khusus nanti," terang dia.

Saat ini, Partai Gerindra sudah memiliki enam bakal calon yang sudah mendaftar, yaitu Sukoto, Diman Abror, Bambang, Toni Bahtiar, dan terakhir Benjamin Kristianto.

"Besok (18/5) pukul 16.00 WIB, pendafatarannya kita tutup, selanjutnya kita melakukan penjaringa, penyaringan dan akan memutuskan siapa yang akan kita usung di Pilwali mendatang, melalui Raker Partai Gerindra," tandas Sutadi. (lan/ns)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO