Pondok Pesantren Tebuireng nampak dari depan. foto: siakero.blogspot.com
Sementara KH Abdurrahman Usman mengaku mendapat informasi bahwa Panitia Muktamar NU justru mengalokasikan dana kepada Pesantren Madrasatul Qur'an Tebuireng dan Pesantern Tarbiyatun Nasyiin Paculgoang.
”Saya dapat informasi yang dapat sumbangan Pesantren Madrasatul Quran dan Pesantren Pacul Gowang (Kiai Aziz Manshur),” ungkap Kiai Abdurrahman Usman, ustadz senior di Tebuireng. Pesantren Madrasatul Quran adalah pesantren yang letaknya di seberang jalan di depan Pesantren Tebuireng.
Menurut Abdurrahman Usman, Pesantren Tebuireng memang bisa dikategorikan sebagai pesantren yang kurang diperhatikan dalam Muktamar NU ke-33 ini.
”Mungkin karena Gus Solah dicalonkan cabang-cabang (PCNU-red) sebagai ketua umum (PBNU-red), “ katanya.
Ia mencontohkan soal penempatan sidang komisi. ”Untuk sidang komisi yang dianggap strategis seperti komisi organisasi ditempatkan di Pesantren Denanyar, sementara di Tebuireng cuma dikasih komisi rekomendasi,” kata Kiai Abdurrahman Usman.
Seperti diberitakan, empat pesantren yang bakal ditempati Muktamar NU adalah Pesantren Tebuireng, Pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar, Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas dan Pesantren Darul Ulum Rejoso, Peterongan Jombang.
Bupati Jombang Balik Arah
Kemarin (Senin, 11/5/2015) BANGSAONLINE.com mengonfirmasi kepada Bupati Jombang Nyono Suharli soal sikapnya yang setuju memindah kegiatan Muktamar NU dari Pesantren Tebuireng ke Pesantren Tarbiyatun Nasyiin. Ia mengaku pernah memberi pernyataan setuju. Tapi ia kini berbalik arah.
"Kalau secara pribadi saya lebih setuju perhelatan muktamar tetap dilakukan di Pondok Pesantren Tebuieng. Karena disana sejarah NU berdiri," tegas Nyono kepada Adi Susanto, wartawan BANGSAONLINE.com di Jombang yang menemui di ruang kerjanya.
Tentang sikapnya yang setuju lokasi muktamar dari Tebuireng dipindah ke Pacul Gowang sebagaimana termuat di salah satu media online, ia mengatakan ada kekeliruan pendapat yang akhirnya dijadikan senjata untuk mendiskreditkan posisinya selaku tuan rumah.
Nyono menceritakan, isu pemindahan lokasi acara Muktamar NU justru dilontarkan oleh media. Kemudian dirinya mengaku menyetujui usulan tersebut karena alasan santri dan peziarah makam Gus Dur terganggu. Namun ia kembali menegaskan bahwa dirinya lebih memilih acara Muktamar NU tetap di Tebuireng dengan alasan historis. Meski demikian ia menyerahkan sepenuhnya kepada pihak panitia.
Ia membantah terlibat dalam koflik kepentingan dukung-mendukung calon Rais Am dan ketua umum PBNU. Ia sama sekali tidak ingin masuk ke dalam konflik kepentingan.
Disinggung tentang keinginan sejumlah kiai dan peserta Muktamar NU agar pembukaan muktamar dilakukan di Tebuireng, bukan di alun-alun Jombang, Nyono mengatakan pihaknya hanya mengikuti apa yang menjadi keputusan panitia pelaksana.
Muktamar NU ke 33 akan digelar pada 1 – 5 Agustus 2015 mendatang. Sekitar 5000 peserta akan mengikuti Muktamar NU yang digelar lima tahun sekali ini. (tim)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




