Dinkes Surabaya Usir Wartawan dari Forum Pembahasan HIV/AIDS

Ia mengaku hanya menjalankan perintah untuk mengeluarkan dari ruangan. Karena terus mendapat protes dari , panitia yang satu ini mulai berbicara dalam nada tinggi serta tanganya yang menjulur kepada .

“Iya, Mas. Saya yang salah. Saya pikir mas itu dari LSM media. Soalnya, kita juga ada peserta dari LSM media. Kalau mau meliput, silakan minta izin Kepala Dinas, ” ujar dia dengan ekspresi wajah yang kelihatan marah.

Kemudian para awak media mencoba untuk menghubungi Kepala Dinas Kesehatan kota Surabaya, drg Febria Rachmanita, tetapi Kadinkes Surabaya tidak bisa ditemui. Petugas penerima tamu di depan ruangannya menyebut Feni, sapaan sang Kadinkes, sedang rapat.

Dari ruang rapat, tanpa diduga keluar dr Mira Novia, orang yang sebelumnya menyuruh panitia acara mengusir . Mira menjelaskan, acara tersebut dibuat tertutup karena di dalamnya ada evaluasi terhadap kinerja LSM dan SKPD di Surabaya dalam penanggulangan HIV/AIDS. “Kami belum minta izin ke mereka, apakah ini boleh dipublikasikan atau tidak,” ujar Mira yang berusaha memasang wajah ramah.

Mira menyampaikan maaf karena tidak mendapatkan akses berita di dalam ruangan tempat acara dilangsungkan. Tetapi Mira tetap saja enggan memberikan pernyataan soal isu HIV/AIDS di Surabaya. Ia menganjurkan untuk mewawancara langsung Kadinkes atau perwaklan dari KPA Surabaya.

Namun sayangnya, lanjut Mira, Kadinkes Febria Rachmanita tidak bisa dijumpai saat itu, dan harus membuat janji terlebih dahulu. Beredar di grup BBM pewarta Surabaya, pengusiran yang sama dari ruangan acara juga terjadi kepada sejumlah yang hadir belakangan, seperti halnya dari Surabaya Pagi.

Masalah HIV/AIDS terbilang isu penting di Surabaya. Laporan KPA Jawa Timur per 1 Desember 2014, Kota Surabaya masih menjadi penyumbang tertinggi HIV/AIDS di Jawa Timur.

Penderita HIV/AIDS di Surabaya tercatat 2.028 orang, disusul Kabupaten Malang di urutan kedua dengan 1.053 penderita dan Jember 746 penderita, Surabaya juga termasuk 1 dari 75 Kota/kabupaten di Indonesia dengan ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) tertinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO