Minggu, 17 Februari 2019 09:46

PT Wilmar Nabati Indonesia Batasi Wartawan Liput Kunker Menperin

Jumat, 17 April 2015 21:21 WIB
Editor: Revol
Wartawan: Syuhud
PT Wilmar Nabati Indonesia Batasi Wartawan Liput Kunker Menperin
Satpam PT Wilmar lakukan penjagaan ketat di pintu masuk pabrik agar wartawan tidak masuk. (syuhud/BANGSAONLINE)

GRESIK (BANGSAONLINE.com) - Kunjungan Kerja (kunker) Menperin, Saleh Husin di PT Wilmar Nabati Indonesia (WNI) Gresik menuai protes sejumlah awak media yang bertugas melakukan peliputan di Kabupaten Gresik, Jumat (17/4). Sebab, pihak PT WNI sengaja membatasi wartawan yang diperbolehkan meliput kunjungan menteri kabinet Presiden RI, Joko Widodo tersebut. 

PT Wilmar membatasi hanya wartawan tertentu saja yang diperbolehkan masuk. Bahkan, pihak PT WNI menyiapkan beberapa satpam di pintu masuk pabrik untuk menghalau wartawan agar tidak masuk.

Beberapa awak media mengaku tidak tahu persis alasan managemen PT WNI melarang wartawan untuk meliput kegiatan Menperin. Padahal, kunjungan  Menperin itu tidak bersifat tertutup. "Saya tidak habis fikir, apa maunya Wilmar, sehingga melarang wartawan meliput kegiatan Menperin," cetus beberapa wartawan ketika berada di pintu masuk PT Wilmar.

Kabarnya, PT WNI sengaja membatasi hanya ada 10 media yang diperbolehkan masuk untuk meliput kunjungan kerja Menperin tersebut. Alasannya, kebijakan itu merupakan protap dari Kemenperin.

"Baru kali ini, ada protap hanya 10 wartawan yang boleh meliput. Padahal, kujungan presiden saja tidak pernah lakukan pembatasan wartawan yang meliput," kata Cak Geng, salah satu wartawan dengan nada dongkol.

Cak Geng mengaku mendaptkan informasi, kalau Staf Humas PT WNI, Wahib bilang kepada sejumlah wartawan, bahwa wartawan Gresik di luar 10 orang yang telah diizinkan meliput, hanya diperbolehkan masuk ke areal PT Wilmar. Namun, mereka tidak boleh masuk ke areal pabrik yang dikunjungi Menperin. "Katanya, kalau mau masuk kesini gak papa mas, tapi kalau sampai ke lokasi pabrik, mohon maaf kami memang dibatasi," ujar dia menirukan perkataan sejumlah wartawan.

Ditambahkan wartawan tersebut, Wahib meminta kepada sejumlah wartawan yang tidak bisa meliput kegiatan Menperin agar meminta data kepada wartawan yang diperbolehkan meliput. "Wahib mempersilahkan wartawan meminta share atau data ke wartawan yang diundang oleh PT WNI," pungkasnya.

Sayang, pihak PT WNI belum bisa dimintai klarifikasi terkait larangan sejumlah wartawan meliput kunjungan kerja Menperin tersebut. Ketika sejumlah wartawan mencoba menghubungi Wahib melalui telepon selulernya, tidak diangkat.

Menperin, Saleh Husin sendiri sesuai jadwal, Jumat (17/4) mengunjungi PT Karunia Alam Segar (KAS), pabrik pemroduski mie di Gresik dan PT WNI Gresik.

Tim PSC Dinkes Pacitan Siaga 24 Jam, Apa Saja Tugasnya?
Jumat, 01 Februari 2019 06:27 WIB
PACITAN, BANGSAONLINE.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan mempunyai tim public safety center (PSC) yang siaga 24 jam dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Apa saja tugas tim ini? Simak video berikut.
Rabu, 06 Februari 2019 13:59 WIB
JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Menambah jumlah destinasi wisata buatan, sebuah desa di Jombang mengembangkan destinasi wisata tanaman. Di areal wisata ini, pengelola menyuguhkan ratusan aneka tanaman bunga yang menarik dan indah. Selain keindahan wisata...
Suparto Wijoyo
Rabu, 13 Februari 2019 10:28 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*RABU, 13 Februari 2019 ini, Bude Khofifah Indar Parawansa dan Mas Emil E. Dardak dilantik di Istana Negara sebagai Gubernur-Wakil Gubernur periode 2019-2024. Ucapan selamat dan senyum mengembang diragam kesempatan beliau yang me...
Sabtu, 16 Februari 2019 11:20 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.AgAl-Isra': 24وَاخْفِضْلَهُمَاجَنَاحَالذُّلِّمِنَالرَّحْمَةِوَقُلْرَّبِّارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيٰنِيْصَغِيْرًاۗWaikhfidh...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...