Yaqut Cholil Qoumas. Foto: ist
Tampilnya Gus Yahya sebagai Ketua Umum PBNU memang berpotensi mengubah konstelasi politik PBNU. Paling tidak, tak lagi menjadi monolitik pada PKB.
Bahkan Nusron Wahid, tokoh Golkar yang juga tokoh NU, mengklaim bahwa figur Yahya akan menguntungkan Golkar. Menurut Nusron Wahid, terpilihnya Yahya Staquf dipastikan ada efek politik bagi elektabilitas Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

(Airlangga Hartarto. foto: publiktanggamus.com)
Alasannya, antara Gus Yahya dan Airlangga mempunyai hubungan emosional dan persahabatan yang panjang.
"Beliau berdua sama-sama aktivis di Kampus UGM tahun 1980-an. Apalagi Gus Yahya mempunyai komitmen yang kuat untuk menjaga jarak yang sama dengan kekuatan politik mana pun. Tidak akan ada partai yang menjadi anak emas NU, di bawah kepemimpinan Gus Yahya," kata Nursron Wahid dikutip Tribunnews.com, Jumat (24/12/2021).
Menurut Nusron, positioning ini justru akan menguntungkan Airlangga yang sedang bersiap-siap menjadi Calon Presiden 2024. Namun Nusron Wahid tak menjelaskan apakah ada kontribusi signifikan dari Airlangga Hartanto dalam pemenangan Gus Yahya pada Muktamar NU di Lampung itu.
"Berkali-kali Gus Yahya nengatakan tidak akan ada calon presiden atau calon wakil presiden dari PBNU. Tapi tetap membantu warga NU yang ingin berkarir di jabatan publik termasuk capres atau cawapres. Tapi PBNU-nya tidak boleh ikut menjadi pihak yang bertarung dan kompetisi," ungkap Nusron.
Kondisi ini, kata Nusron, menguntungkan buat Airlangga. Karena selain sebagai Ketum Partai Golkar, Airlangga juga keluarga besar Nahdlatul Ulama.
"Daya terima dan daya setrum Airlangga Hartarto di kalangan grassroot Nahdliyyin sangat kuat dan mengakar. Apakagi dia sebagai leturunan Kiyai Ageng Gribig, tokoh penyebar Islam pada zaman Kerajaan Mataram," terang politikus Partai Golkar ini.
Karenanya, lanjut Nusron, dengan jadinya Gus Yahya sebagai Ketum PBNU pasti akan sangat menguntungkan Airlangga.
Apalagi, Airlangga juga sangat dekat dengan Gus Yahya, dan sudah saling mengenal sejak di mahasiswa.
"Pasti nanti Gus Yahya dan Airlangga Hartato runtang runtung ke basis-basis NU. Tentunya dalam konteks pemberdayaan masyarakat, dalam kapasitas sebagai Menko Perekonomian dan program-program ekonomi mikro dan ultra mikro yang menjadi basis garapan warga NU," tegas Nusron Wahid.
Sekadar informasi, Nusron Wahid adalah salah satu tim sukses Gus Yahya, di samping Saifullah Yusuf dan tokoh Ansor yang lain. (tim)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




