Diskan Bantah Ikan Berformalin di Bojonegoro Berasal dari Tuban

Sementara, Bupati Bojonegoro Suyoto turut prihatin terkait banyaknya temuan ikan laut yang berformalin di pasar kota setempat. Sejumlah ikan laut dinyatakan positif berformalin setelah Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan uji sample. Pihak Dinkes Bojonegoro menengarai ikan berformalin tersebut berasal dari Tuban.

"Benar, saya minta ke Dinkes untuk melakukan uji lab. Setelah diketahui hasilnya positif berformalin tentu kami sangat prihatin,” ujar Suyoto, Rabu (18/3).

Ia berharap Dinkes segera meningkatkan edukasi publik dan pedagang, agar menjual ikan laut dengan baik dan layak komsumsi. Mengingat ikan yang mengandung zat formalin itu jika dikonsumsi dapat menimbulkan penyakit.

Disisi lain, masyarakat Bojonegoro bingung bagaimana cara mengetahui ikan laut yang tidak berformalin tersebut. Yati (49) misalnya, ia setiap hari mengkonsumsi beberapa jenis ikan laut untuk lauk. Namun, setelah mendengar kabar jika ikan laut mengandung formalin ia mengaku resah. "Bingung, bagaimana mengetahui ikan yang tidak berformalin, karena setiap hari lauknya ikan laut,” ujar warga Desa Temu, Kecamatan Kanor itu.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan Dinkes Bojonegoro, Mohamad Sholeh mengatakan, untuk mengenali ikan laut yang berformalin itu, jika ada ikan tidak dihinggapi lalat maka dipastikan mengadung formalin. Selain itu ikannya kaku, berwarna putih dan ketika diiberikan kucing maka kucingnya tidak mau memakannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO