Rabu, 23 Juni 2021 15:20

Dari 8 Kabupaten di Jatim, Jember Tidak Masuk dalam Potensi Tsunami, Ini Penjelasan Kepala BPBD

Jumat, 11 Juni 2021 19:51 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Yudi Indrawan
Dari 8 Kabupaten di Jatim, Jember Tidak Masuk dalam Potensi Tsunami, Ini Penjelasan Kepala BPBD

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Belakangan ini, masyarakat di Kabupaten Jember dikejutkan dengan informasi hasil rilis yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pusat. Pasalnya, dari analisis tersebut menyebutkan bahwa delapan kabupaten di wilayah Jawa Timur berpotensi terjadi gempa dan tsunami.

Bersarkan penjelasan dari Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember Moh. Djamil melalui telepon selulernya, Jumat (11/6), menyampaikan bahwa terkait dengan rilis yang dikeluarkan BMKG pusat, ia sudah melakukan koordinasi dengan pihak BMKG Juanda untuk memastikan informasi tersebut. Bahkan Djamil mengaku sudah menemui kepala BMKG Juanda.

"Pertama tentu kita melakukan koordinasi sekaligis kita konsultasi kepada sumber dari rilis wilayah itu (BMKG) sendiri, dan itu sudah kita lakukan, by phone maupun langsung. Dan kemarin kami jam 2 siang dengan Kepala Stasiun BMKG Juanda Bapak Taufik. Kami mendapatkan informasi yang tepat tentang rilis yang dilakukan oleh Kepala Badan BMKG pusat," ujar Djamil.

Dari hasil konsultasi tersebut, dirinya menyebut bahwa tujuh kabupaten di wilayah Jawa Timur, Jember tidak termasuk dalam potensi tersebut.

BACA JUGA : 

Menuju Kabupaten Responsif Gender, Pemkab Jember Melalui DP3AKB Gelar Rakor PUG

​Akui Bernafsu Cium Dosen Perempuan, Rektor Unipar Jember Mundur

Optimalkan Potensi Wisata, Pemkab Jember Gelar Tourism Exploration and Funcamp 2021

Dandim 0824 Jember Berbagi pada Ojol dan Opang Terdampak Covid-19

"Intinya adalah bahwa memang ini sebuah analisis terhadap potensi kerawanan bencana gempa bumi yang diikuti dengan tsunami. Dan itu sudah dilakukan pemetaan pada tujuh kabupaten di wilayah Jawa Timur, delapan kabupaten potensi yang terdampak, Jember adalah salah satu yang belum terverifikasi," jelasnya.

"Mengapa, karena dampaknya ini yang perlu kita sikapi kepada masyarakat luas. Hasil kajian BMKG, Jember ini bukan masuk dalam episentrum gempa bumi dengan risiko tinggi, makanya dari delapan kabupaten, baru tujuh," imbuhnya.

Namun demikian, lanjut Djamil, karena ini juga merupakan bagian penting yang perlu mendapatkan atensi, menjadi bagian dari wilayah terdampak, maka pihaknya dalam waktu dekat akan mengajak BMKG untuk melakukan survei di wilayah pesisir selatan Kabupaten Jember. "Yakni, meliputi empat bidang dari enam bidang, untuk nanti dipakai sebagai bahan kita merancang rencana mitigasi yang ada di pesisir selatan," ucapnya.

Selain itu, beberapa hal lain yang akan dilakukan untuk melakukan mitigasi di wilayah pesisir. Yang pertama, akan melakukan konsolidasi dengan pemangku wilayah (camat) dan kades serta dengan para relawan yang ada di masing-masing desa di 14 desa di wilayah pesisir selatan.

"Untuk apa, minimal yang pertama adalah untuk merumuskan kesepakatan tentang titik lokasi evakuasi yang nanti kita sepakti, lalu jalur-jalur evakuasi. Manakala ada dalam analisis itu. Seandainya potensi itu terjadi di wilayah Kabupaten Jember, ketinggian gelombang tsunami itu diperkirakan mencapai 19-20 meter," paparnya.

Jika hal itu terjadi, kata Djamil, maka titik yang paling aman evakuasi adalah menjauh dari titik pantai pada titik kurang lebih 3 kilo meter.

Kemudian selain itu, BPBD Jember ke depan juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat guna sebagai langkah antisipasi. Sebab, bencana bisa datang kapan saja yang tidak bisa diprediksi oleh manusia.

Terakhir, Djamil berpesan lima hal ini kepada masyarakat terkait antisipasi bencana, antara lain: pertama, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat luas; kedua, bekerja sama dengan semua pihak secara terukur untuk mengefektifkan cara kerja mitigasi dan kesiapsiagaan semua jajaran menghadapi potensi megatrust dan tsunami; ketiga, mempersiapkan rencana operasi penanganan bencana.

Keempat, meminta seluruh pihak bekerja sama menghadapi potensi ancaman ini dengan melibatkan diri sesuai dengan bidang tugas dan tanggungjawab sosialnya. "Dan yang kelima, memohon kepada Allah SWT agar senantiasa melindungi umat-Nya dengan senantiasa menjalankan amanah sesuai ajaran-Nya," pungkasnya. (yud/eko/ian)

Pasuruan Zona Merah, Vaksinasi Digencarkan
Selasa, 22 Juni 2021 23:42 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Polres Pasuruan Menggelar Vaksinasi Massal Selasa Siang Tadi(22/06/2021). Vaksinasi Ini Dilakukan Di Alam Terbuka, Tepatnya Di Wilayah Prigen, Kabupaten Pasuruan. Warga Terlihat Antusias Mengantre Untuk Mengikuti Vaksi...
Sabtu, 19 Juni 2021 18:17 WIB
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Dalam kondisi pandemi, Pemerintah Kabupaten Jember tetap berupaya menggeliatkan sektor pariwisata meski dengan menerapkan prosedur pencegahan Covid-19 yang ketat.Salah satunya, dengan menggelar Jelajah Wisata and Funcamp 20...
Rabu, 23 Juni 2021 06:20 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Perang Diponegero melawan penjajah Belanda menimbulkan korban luar biasa. Ribuan penjajah Belanda tewas. Begitu juga para pejuang Indonesia. Bahkan Belanda sempat kewalahan.Perang Diponegoro pecah karena penjajah Beland...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 19 Juni 2021 15:30 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...