Peta Zona Megathrust di Indonesia. Foto: Dok. BMKG
PACITAN, BANGSAONLINE.com - Beberapa kabupaten kota di Jawa Timur, berpotensi terdampak gempa megathrust, salah satunya Kabupaten Pacitan. Selain itu, bencana megathrust ini, juga membayangi beberapa daerah lain, di sepanjang pesisir selatan Jatim.
Beberapa kabupaten yang terdampak berdasarkan catatan BPBD Jatim, yaitu Banyuwangi, Jember, Lumajang, Malang, Blitar, Tulungagung, dan Trenggalek. Beberapa wilayah ini, berhadapan langsung dengan zona tumbukan lempeng di selatan Pulau jawa.
Gempa Megathrust sendiri bersumber di zona tumbukan antarlempeng tektonik.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan, megatrhust terjadi karena pertemuan Lempeng Indo-Australia, yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia di selatan Jawa.
"Megathrust itu sumber gempa tumbukan lempeng," ujar Daryono dikutip BANGSAONLINE.com dari detikJatim, Kamis (29/1/2026).
Menurutnya, aktivitas gempa di zona megathrust sangat bervariasi. Gempa yang terjadi tidak selalu berkekuatan besar, justru didominasi gempa kecil.
"Jadi gempa yang terjadi sangat bervariasi dalam berbagai magnitudo, bisa kecil, sedang, dan besar. Mayoritas gempa kecil kurang dari magnitudo 5," jelasnya.
Meski demikian, zona megathrust tetap memiliki potensi melepaskan gempa besar. Magnitudonya berkisar mulai dari 7, 8, hingga 9.
Daryono juga menegaskan, gempa megathrust tidak bisa diprediksi waktu kejadiannya. Namun umumnya akan didahului oleh gempa-gempa kecil yang berfungsi sebagai gempa pembuka dan bisa dipantau oleh BMKG melalui jaringan pemantauan kegempaan.
Sebab itulah BMKG menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap megathrust agar tidak salah persepsi.
Edukasi kebencanaan dan kesiapsiagaan dinilai menjadi kunci. Terutama bagi warga yang tinggal di wilayah pesisir selatan Jawa Timur yang berhadapan langsung dengan sumber gempa megathrust. (*)






