Rabu, 12 Mei 2021 03:06

Teka-Teki Uang Rp500 Juta dan 3 Tahanan Narkoba Polresta Banyuwangi yang Keluar Sel Dikawal Perwira

Selasa, 20 April 2021 22:53 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Erwin Yudianto
Teka-Teki Uang Rp500 Juta dan 3 Tahanan Narkoba Polresta Banyuwangi yang Keluar Sel Dikawal Perwira
Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman sedang menjawab pertanyaan wartawan.

BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Tiga orang yang ditangkap polisi saat sedang pesta narkoba hingga beritanya viral karena ada oknum polisi yang turut terlibat di dalamnya, kini jadi perhatian publik.

Pasalnya, ketiga tahanan masing-masing berinisial MN (oknum kepala desa), WW (pemain besar baby lobster), dan RS (oknum polisi Polsek Glagah) saat ini tidak berada di sel tahanan Polresta Banyuwangi.

Informasi yang berkembang, para pelaku kabarnya telah menyiapkan sejumlah uang pelicin yang nilainya fantastis, sehingga bisa keluar dari sel tahanan menggunakan surat keterangan dokter rumah sakit. Selain itu, bertujuan agar putusannya nanti ringan.

Kabar tentang keluarnya tiga orang tahanan yang saat ini diketahui berada di Surabaya, dibenarkan oleh Kapolresta Banyuwangi, Kombespol Arman Asmara Syarifuddin, S.H., S.I.K., M.H.

BACA JUGA : 

H-2 Lebaran, Kakorsabhara Polri Pantau Pos Penyekatan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi

Klaster Tarawih di Banyuwangi Jadi 64 Orang, Dusun Yudomulyo Lockdown

Muncul Klaster Tarawih di Banyuwangi, Puluhan Warga Ringintelu Positif Covid-19, 6 Meninggal

Polresta Banyuwangi Salurkan 1.475 Kg Beras Zakat Fitrah

Menurutnya, ketiga orang tahan tersebut bisa keluar karena mengajukan assessment kepada penyidik, dan itu diatur dalam perundang-undangan.

"Ya, benar ketiga pelaku berada di Surabaya dikawal oleh kasatnarkoba," kata Arman.

Ketika ditanya terkait isu adanya uang Rp500 juta sebagai pelicin agar bisa keluar dari tahanan, Arman membantahnya. Sesuai aturan, Arman mengatakan tidak ada biaya untuk pengajuan assessment. "Itu gratis mas, hanya sesuai aturan memang hak tersangka," kata Arman.

Bahkan, Arman menjamin jika oknum polisi yang terlibat akan tetap diproses di internal kepolisian meskipun sudah melakukan assessment. "Jadi tetap diproses di internal," jelas Arman.

Sebelumnya, BANGSAONLINE.com mendapat kabar jika MN, oknum kades yang turut ditangkap, telah melakukan lobi-lobi melalui adiknya yang menjabat menjadi anggota DPR RI. Bahkan sehari setelah ditangkap, MN sempat pulang ke rumahnya dengan dikawal oleh polisi.

"Iya mas, informasi dari kasatnarkoba, yang bersangkutan memohon kepada penyidik untuk menjenguk orang tuanya yang sakit-sakitan agar tidak kaget, sambil berpamitan pergi ke luar kota," jelas Arman.

Seperti diberitakan sebelumnya, polisi berhasil menangkap tiga orang yakni WW, MN, dan RS di sebuah rumah yang diduga sebagai tempat penampungan baby lobster. Namun pada saat penggerebekan, polisi tak menemukan baby lobster, justru mendapati ketiganya sedang pesta narkoba jenis sabu-sabu. 

Ketiganya langsung diamankan dan digiring ke Polresta Banyuwangi untuk mempertangungjwabkan perbuatannya. (win/rev)

Jual Telur Infertil, 2 Warga Pasuruan Dicokok Polisi
Senin, 10 Mei 2021 23:24 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Aparat Polres Pasuruan mengamankan 2 orang pelaku perdagangan telur ayam infertil. Selain memperdagangkan telur infertil atau afkir, keduanya juga menjual limbah telur tak layak konsumsi, kepada produsen roti rumahan...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Selasa, 11 Mei 2021 06:09 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Penangkapan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat mengagetkan banyak pihak. Terutama karena itu terkenal sebagai pengusaha kaya raya. Bahkan mengaku punya 36 perusahaan.Tapi Dahlan Iskan mengaku kaget dan tidak kaget? Kena...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...