Rabu, 12 Mei 2021 03:21

Pesona Edelweiss Jawa, si Bunga Abadi yang Tumbuh di Puncak Kelud

Minggu, 11 April 2021 07:12 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Muji Harjita
Pesona Edelweiss Jawa, si Bunga Abadi yang Tumbuh di Puncak Kelud
Pesona bunga edelweiss yang tumbuh di sekitar kawah di Puncak Gunung Kelud. (foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE)

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Selain menawarkan keindahan alam dan kawahnya, pesona Gunung Kelud semakin lengkap dengan tumbuhnya bunga edelweiss di belantara bebatuan vulkanik di gunung teraktif di Pulau Jawa tersebut.

Anaphalis javanica, nama ilmiah bunga edelweiss jawa adalah tumbuhan endemik zona alpina/montana di berbagai pegunungan tinggi Nusantara. Tumbuhan ini sekarang dikategorikan sebagai tumbuhan langka.

Edelweiss merupakan tumbuhan pelopor bagi tanah vulkanik muda di hutan pegunungan dan mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya di atas tanah yang tandus. Bunga ini mampu membentuk mikoriza dengan jamur tanah tertentu yang secara efektif memperluas kawasan yang dijangkau oleh akar-akarnya dan meningkatkan efisiensi dalam mencari zat hara.

Pesona dan keindahan bunga edelweiss di puncak Gunung Kelud, tentu bisa memikat para pengunjung untuk memetiknya. Namun, papan larangan untuk memetik bunga langka itu, sudah terpasang di sana-sini.

BACA JUGA : 

Bahas Kerja Sama Sektor Wisata, Bupati Kediri dan Bupati Trenggalek Bakal Siapkan Diskon

Pembukaan Uji Coba, Wisata Air Terjun Irenggolo Kediri Mulai Dipadati Pengunjung

Geliat Wisata Gunung Kelud, Tukang Ojek yang Selama Setahun Nganggur Kini Bisa Tersenyum Kembali

Tiga Wisata di Kediri Diuji Coba Buka, Ini Lokasi dan Harga Tiketnya

Bunga ini memang dilarang untuk dipetik. Para pengunjung yang mencoba memetik, bisa dikenakan sanksi berat. Pengunjung hanya bisa memandangi keindahan bunga yang konon sudah ditemukan sejak 200 tahun lalu itu.

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 Pasal 33 Ayat (1) dan (2) tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistemnya masih mengatur larangan memetik edelweiss. Tujuan larangan memetik bunga edelweiss itu sangat jelas, yaitu untuk menjaga ekosistem lingkungan pergunungan yang masuk dalam kawasan konservasi.

Bunga yang ditemukan pertama kali oleh naturalis Jerman bernama Georg Carl Reinwardt pada 1819 di Lereng Gunung Gede Jawa Barat ini, juga dijuluki si bunga abadi. Menurut sumber, bunga ini disebut bunga abadi karena memiliki waktu mekar yang lama, hingga 10 tahun. Oleh karena itu disebut bunga abadi. Hormon etilen yang ada pada bunga edelweis, bisa mencegah kerontokan kelopak bunga dalam waktu yang lama.

Bunga-bunganya, biasanya muncul di antara bulan April dan Agustus. Sehingga waktu sangat pas, ketika wisata Gunung Kelud diuji coba buka untuk umum pada bulan April ini. Bulan di mana si bunga abadi sedang memperlihatkan pesonanya, sehingga pengunjung bisa menikmati keindahannya dan bisa sekadar menyapa. (uji/zar)

Jual Telur Infertil, 2 Warga Pasuruan Dicokok Polisi
Senin, 10 Mei 2021 23:24 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Aparat Polres Pasuruan mengamankan 2 orang pelaku perdagangan telur ayam infertil. Selain memperdagangkan telur infertil atau afkir, keduanya juga menjual limbah telur tak layak konsumsi, kepada produsen roti rumahan...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Selasa, 11 Mei 2021 06:09 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Penangkapan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat mengagetkan banyak pihak. Terutama karena itu terkenal sebagai pengusaha kaya raya. Bahkan mengaku punya 36 perusahaan.Tapi Dahlan Iskan mengaku kaget dan tidak kaget? Kena...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...