KAI Daop 8 Surabaya Amankan 2.649 Barang Tertinggal Sepanjang 2025

KAI Daop 8 Surabaya Amankan 2.649 Barang Tertinggal Sepanjang 2025 Petugas saat menunjukkan barang milik penumpang yang tertinggal.

BANGSAONLINE.com - KAI Daop 8 Surabaya mencatat sebanyak 2.649 barang pelanggan diamankan melalui layanan Lost and Found sepanjang tahun 2025. Barang tertinggal tersebut ditemukan di stasiun maupun rangkaian kereta api dengan estimasi nilai mencapai Rp1,62 miliar.

Barang yang diamankan terdiri dari 418 barang berharga, 2.177 barang biasa, serta 54 barang makanan. Tingginya jumlah temuan menunjukkan kesigapan petugas dalam menjaga keamanan dan kenyamanan penumpang.

Layanan Lost and Found memungkinkan pelanggan melaporkan kehilangan barang kepada kondektur, petugas Polsuska, stasiun, atau melalui Contact Center KAI 121. Setelah laporan diterima, petugas segera melakukan penelusuran sesuai prosedur. 

Barang yang cepat ditemukan langsung dikembalikan, sementara pencarian lanjutan diinformasikan secara berkala. Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, memastikan hal tersebut.

“KAI berkomitmen menjaga kepercayaan pelanggan melalui penanganan layanan Lost and Found yang sistematis, cepat, dan akuntabel. Setiap laporan kehilangan kami tindak lanjuti secara serius agar barang dapat kembali kepada pemiliknya,” ucapnya.

Dari total barang temuan, sebanyak 903 barang telah dikembalikan kepada pemilik, 1.272 barang diserahkan ke dinas sosial, dan 441 barang masih ditelusuri kepemilikannya. 

Barang temuan diamankan di pos pengamanan stasiun besar seperti Surabaya Gubeng, Pasar Turi, dan Malang. Pengambilan barang mewajibkan pelanggan menunjukkan identitas resmi sebagai verifikasi kepemilikan.

Informasi barang temuan diumumkan melalui pengeras suara di stasiun maupun kereta. Barang makanan yang tidak diambil dalam waktu 1x24 jam dimusnahkan sesuai ketentuan kebersihan.

"Seluruh barang diberi label, diverifikasi, dan dicatat dalam sistem database Lost and Found nasional," kata Mahendro. 

Disebutkan olehnya, sistem terintegrasi ini memungkinkan pelaporan kehilangan di seluruh wilayah operasional KAI.

“Meski layanan Lost and Found terus kami tingkatkan, kami tetap mengimbau pelanggan untuk selalu waspada dan memastikan barang bawaannya sebelum meninggalkan kereta maupun area stasiun,” pungkasnya. (rom)