BMKG Kekurangan Radar, Cuaca Ekstrem Belum Terpantau Optimal

BMKG Kekurangan Radar, Cuaca Ekstrem Belum Terpantau Optimal

BANGSAONLINE.com - Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyatakan bahwa Indonesia masih kekurangan radar cuaca untuk memperkuat sistem peringatan dini. Keterbatasan alat observasi dinilai menghambat pemantauan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah pelosok.

Faisal menjelaskan kebutuhan ideal radar mencapai 75 unit untuk seluruh kepulauan, sementara BMKG baru mengoperasikan 44 unit.

“Memang Indonesia idealnya memerlukan 75 radar cuaca. Saat ini, kita baru memiliki 44 radar cuaca,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterbatasan anggaran sebesar Rp978 miliar turut menghambat optimalisasi jaringan observasi tahun ini. Dari total kebutuhan Rp3,55 triliun, BMKG hanya mengelola pagu efektif Rp2,577 triliun.

"Jadi di dalam rencana strategis (Renstra) BMKG, itu tercatat pagu kebutuhan untuk 2026 adalah Rp3,55 triliun. Untuk pagu efektif yang kami kelola untuk tahun 2026 ini adalah Rp2,577 triliun, jadi ada backlog sekitar Rp978 miliar,” urai Faisal.

Ia juga menyoroti keterbatasan jangkauan radar yang menyebabkan banjir di Aceh Jaya tidak terpantau. Kondisi serupa masih terjadi di beberapa titik Papua.

“Dan juga ada beberapa tempat yang masih belum ter-cover radar. Ada beberapa tempat, termasuk yang kemarin kejadian banjir di Aceh Jaya, itu tidak ter-cover radar di Sultan Iskandar Muda maupun di Kualanamu,” pungkasnya. (rom)