Monumen SLG Kediri Diserbu Wisatawan pada Tahun Baru 2026

Monumen SLG Kediri Diserbu Wisatawan pada Tahun Baru 2026 Para wisatawan saat menikmati kemegahan Monumen SLG yang menyerupai Arc de Triomphe di Paris, Prancis itu. Foto: MUJI HARJITA/BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) di Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, menjadi magnet wisata pada liburan Tahun Baru 2026. Ribuan wisatawan dari berbagai kota di Jawa Timur memadati kawasan yang berada di pusat pertemuan lima jalur utama itu.

Bangunan ikonik yang menyerupai Arc de Triomphe di Paris ini tetap menonjolkan sentuhan lokal melalui relief sejarah dan budaya Kediri. 

Monumen SLG mulai dibangun pada 2003 dan diresmikan pada 2008 atas inisiatif Bupati Kediri dua periode, Ir. H. Sutrisno. Pada 2017, monumen sempat direnovasi dengan pelapisan tembaga agar lebih kokoh.

Untuk mencapai pelataran utama, pengunjung melewati terowongan sepanjang 100 meter yang menampilkan foto-foto destinasi wisata Kediri, seperti Gunung Kelud saat erupsi dan Gereja Tua Puhsarang. 

Setiba di pelataran, wisatawan disambut pemandangan monumen megah dan hamparan hijau yang menjadi lokasi favorit berfoto maupun bersantai.

Selain monumen, kawasan SLG juga menawarkan Taman Hijau, Taman Depo dengan lokomotif uap, Water Park, serta Sentra PKL SLG yang menjual ikan hias, tanaman hias, bibit buah, hingga buah segar dengan harga terjangkau.

Ayu, pengunjung asal Jombang, mengaku sengaja datang bersama keluarga. 

“Di kawasan SLG ini, bisa dibilang lengkap. Ada bangunan Monumen, ada taman hijau, ada taman depo, ada kuliner dari kelas kaki lima sampai kelas restoran ada di sini. Dan yang paling digemari para ibu-ibu adalah berburu tanaman hias dan buah murah yang ada di Sentra PKL SLG,” ujarnya, Kamis (1/1/2025).

Selain SLG, destinasi unggulan Kediri lainnya adalah Gunung Kelud, Air Terjun Irenggolo dan Dolo, serta kawasan wisata alam Ubalan di Kecamatan Plosoklaten yang baru dibuka kembali akhir 2025. Sumber Ubalan langsung dipadati pengunjung setelah dibuka, dengan tiket masuk digratiskan selama dua hari pertama.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri mencatat sekitar 3.500 pengunjung pada hari pertama, dengan rincian 1.200 motor dan 200 mobil di area parkir. Antusiasme tinggi ini menunjukkan daya tarik wisata air Ubalan yang sempat tutup sejak pandemi Covid-19 kini kembali menjadi favorit masyarakat. (uji/mar)