Senin, 01 Maret 2021 08:29

​Fungisida, Harapan Baru Petani Apel Kota Batu Atasi Mata Ayam

Minggu, 24 Januari 2021 20:16 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Agus Salimullah
​Fungisida, Harapan Baru Petani Apel Kota Batu Atasi Mata Ayam
Ilustrasi buah apel terkena penyakit mata ayam. foto: balitjestro

KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Para petani apel Kota Batu kini bisa sedikit bernapas lega. Hal itu karena pandemi mata ayam yang telah menyerang buah apel tiga tahun terakhir ini, mulai sedikit menemui titik terang.

Luar biasanya, penemu ramuan untuk mengatasi mata ayam itu bukan dari kolega pemerintahan ataupun akademisi. Namun, ditemukan sendiri oleh salah satu petani apel Kota Batu, yang melakukan observasi dan penelitian secara mandiri.

Petani itu namanya Ruddy Madiyanto. Penemuan ramuan untuk memberantas mata ayam itu merupakan buah dari pressing dari adanya hama mata ayam yang terus menghantui. Selain itu, juga karena terus meruginya para petani apel karena gagal panen. Bahkan, ada salah seorang petani yang bisa membuang hingga 70 ton apel akibat busuk diserang mata ayam.

Ramuan yang ditemukan  Ruddy Madiyanto berupa fungisida. Cairan dari ramuan itu bisa disemprotkan langsung ke buah apel yang menderita mata ayam. Untuk penyemprotannya bisa dilakukan secara rutin ataupun berkala.

"Dari hasil penyemprotan yang telah dilakukan selama empat bulan ini, menunjukkan sejumlah buah apel sembuh dari hama mata ayam. Dengan menunjukkan bintik hitam di buah apel mulai memudar," ujar Ruddy.

Seperti yang telah dijelaskan Ruddy, untuk menemukan ramuan fungisida itu, dirinya mengaku telah melakukan riset selama delapan bulan terakhir ini. Keinginan itu merupakan murni dari keinginannya sendiri. 

"Berawal dari kita sendiri. Karena ada pressing hama. Karena jika terus diam dan pasrah, tidak akan bisa mendapatkan keuntungan," ungkapnya.

Dari hasil observasi ditemukan jika mata ayam itu berasal dari jamur. Yang mana, jamur itu memiliki ciri-ciri penyebarannya hanya empat hari. Mulai dari spora hingga spora lagi.

"Berdasarkan pengelihatan saya, jamur ini menyerang pada apel dengan jenis manalagi. Sedangkan untuk apel jenis ana masih bisa dikatakan aman," ujarnya. 

Hal itu ditengarai karena apel dengan jenis manalagi memiliki rasa yang manis, sedangkan apel ana memiliki rasa yang asam. Menurutnya, jamur lebih memilih apel manalagi yang memiliki rasa yang manis.

"Selain kedua hal ini, juga dikarenakan adanya lalat yang menghisap buah apel, sehingga meninggalkan lubang yang selanjutnya ditempati oleh jamur tersebut. Menyebar mulai 1 mili hingga beberapa centi, sehingga disebut dengan mata ayam," jelas Ruddy sembari mengatakan mata ayam atau biosforum ini memiliki bentuk pipih seperti padi.

Ia juga mengatakan jika apel yang telah dilakukan penyemprotan pestisida layak untuk dikonsumsi. "Ambang dosis yang kami gunakan tepat. Karena bahan kimia itu jika terlalu banyak juga bahaya. Sedangkan jika kurang tidak akan ada efeknya," kata Ruddy. 

Dirinya juga menjelaskan, untuk penyemprotan fungisida hasil ramuannya itu bisa dilakukan selama tiga hari sekali.

Hadirnya fungsida milik Ruddy itu telah dirasakan oleh sejumlah petani apel di Kota Batu, salah satunya adalah Slamet. Ia mengaku telah menyemprotkan fungisida itu selama empat bulan terakhir ini. Atau semenjak buah apel berusia 60 hari.

Dengan menyemprotkan fungisida itu, dirinya berharap modalnya yang telah ia keluarkan sebanyak Rp 2,3 miliar dari tahun 2018 hingga saat ini bisa kembali.

"Setelah kurang lebih melakukan penyemprotan selama empat bulan, kurang lebih sudah ada 30 persen buah apel yang telah sembuh dan kembali bagus lagi," ungkapnya. Untuk panen kali ini, perkiraannya hanya akan membuang sebanyak 5 ton saja dari sekitar 50 ton apel yang ada. 

Untuk diketahui, dari tahun 2018 hingga saat ini. Slamet telah membuang ratusan ton apel yang terdampak mata ayam. Bahkan di tahun 2020 kemarin saja dirinya telah membuang hingga 120 ton apel. (asa/ian)

Dua Warga Kepulungan yang Terseret Banjir Bandang Ditemukan Tewas
Kamis, 04 Februari 2021 17:21 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dua warga Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir Rabu (3/2) kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (4/2) pagi. Korban adalah ...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Senin, 01 Maret 2021 08:13 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.COM – Ternyata banyak sekali putra Indonesia yang punya potensi unggul. Di berbagai bidang. Termasuk penemuan tes Covid-19. Namanya I-NoseDalam tulisan edisi Senin,1 Maret 2021, ini Dahlan Iskan mengangkat tentang I-Nose,...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 27 Februari 2021 11:53 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...