Kamis, 22 April 2021 23:57

​Dianugerahi Doktor HC, Orasi Ilmiah Kiai Afifuddin Bahas Pancasila dalam Pespektif Tujuan Syariah

Selasa, 19 Januari 2021 22:41 WIB
Editor: MMA
​Dianugerahi Doktor HC, Orasi Ilmiah Kiai Afifuddin Bahas Pancasila dalam Pespektif Tujuan Syariah
KH Afifuddin Muhajir. foto: MMA/ BANGSAONLINE.com

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - KH Afifuddin Muhajir mendapat anugerah Gelar Doktor Kehormatan atau Doctor Honoris Causa (HC) dalam bidang Fiqh-Ushul Fiqh dari Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang Jawa Tengah. Penganugerahan Doktor HC sekaligus orasi ilmiah itu akan digelar di kampus UIN Walisongon Semarang, Rabu (20/1/2021).

Kepada BANGSAONLINE.com, Kiai Afifudin Muhajir menjelaskan bahwa makalah untuk orasi ilmiahnya akan membahas tentang Pancasila dalam perspektif teks syariah dan tujuan syariah.

“Makalahnya berbahasa Arab : *الجمهورية الإندونيسية الموحدة في ميزان الشريعة* (دراسة عن بانتشاسيلا في ضوء النصوص و المقاصد),” tutur Kiai Afifuddin lewat pesan WahatsApp (WA) kepada BANGSAONLINE.com.

“Kalau dibahasakan Indonesia: Aljumhuriyatul Indonesiyah almuwahhadah fi mizanis syariati. Dirasatun an bancasila fi dhuin nushushi wal maqasid,” tambah Wakil pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo Jawa Timur itu.

BACA JUGA : 

Direspons BPIP, Pemkot Kediri Usulkan Produk Hukum Daerah Menginternasilasi Nilai Luhur Pancasila

Guru SMP-nya Salah Jawab Pertanyaan, Kiai Asep Pernah Dikasih Nilai 2 Pelajaran Fisika

Kalapas Surabaya Sebut Puluhan ​Napiter Telah di-NKRI-kan, dari Umar Patek hingga Mukarram

Napiter WBP Lapas Surabaya Ucapkan Janji Setia kepada NKRI

Menurut Kiai Afif – panggilan kiai santun ini – tema itu berbicara tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan Pancasila sebagai dasar dalam neraca atau pandangan teks syari'ah dan tujuan syari'ah.

Lalu apa saja poin-poin penting dalam makalah atau orasi ilmiah itu?

Pertama, NKRI dengan Pancasila sebagai dasarnya adalah sah menurut pandangan syari'at Islam,” jelas Wakil Rais Syuriah PBNU itu.

Kedua, tutur Kiai Afif, Pancasila sebagai dasar negara bukanlah penghalang (مانع) terhadap penerapan syari'at di indonesia.

Ketiga, Sila Ketuhanan Yang Maha Esa memiliki arti yang lebih dalam daripada Piagam Jakarta. Karena Sila Ketuhanan Yang Maha Esa mencerminkan tauhid sebagai pilar aqidah Islamiyah.

“Sebagai konsekuensi dari disepakatinya Pancasila menjadi dasar negara, maka tidak boleh ada perundang-undangan yang bertentangan dengan Sila Ketuhanan yang Maha Esa dan sila-sila yang lain,” kata Kiai Afif. (mma)

​Cendekiawan Muslim tak Tahu Jumlah Juz Al-Quran
Rabu, 21 April 2021 22:01 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan episode 10 ini bercerita tentang seorang menteri yang juga pengurus organisasi cendekiawan muslim. M Mas’ud Adnan - narator anekdot Gus Dur - bercerita bahwa pada akhir kekuasaan ...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Kamis, 22 April 2021 09:45 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Banyak negara mulai mengumumkan pertumbuhan ekonominya setelah didera pandemik Covid-19. Yang paling tinggi Tiongkok. Tapi pertumbuhan ekonomi India juga mengejutkan. Hanya saja Covid-19 di India gila-gilaan. Seti...
Selasa, 20 April 2021 00:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*60. Wa-idz qaala muusaa lifataahu laa abrahu hattaa ablugha majma’a albahrayni aw amdhiya huqubaanDan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...