Jumat, 23 April 2021 09:43

​Tancap Gas Awal Tahun, Polresta Banyuwangi Berhasil Ungkap 12 Kasus Kriminal

Jumat, 15 Januari 2021 18:59 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Teguh Prayitno
​Tancap Gas Awal Tahun, Polresta Banyuwangi Berhasil Ungkap 12 Kasus Kriminal
Tersangka kejahatan yang ditangkap polisi. (foto: ist)

BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Satreskrim Polresta Banyuwangi langsung tancap gas memburu bandit-bandit jalanan (street crime) maupun pelaku tindak kejahatan lainnya di awal tahun ini. Alhasil, 18 tersangka dari 12 kasus kriminal berhasil diringkus dalam kurun waktu dua pekan.

Adapun 12 kasus tersebut, terdiri dari 7 macam tindak kriminal. Antara lain, pencurian 3 kasus, penjambretan 1 kasus, curanmor 1 kasus, muncikari 1 kasus, pengeroyokan 2 kasus, sajam dan penganiayaan 1 kasus, serta persetubuhan anak 3 kasus.

"Tren kejahatan di awal bulan hingga pertengahan bulan januari ini yang paling tinggi adalah kejahatan jalanan (pencurian, penjambretan, curanmor) di mana total ada 5 laporan kasus yang berhasil diungkap," kata Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Arman Asmara Syarifuddin, S.I.K., saat press conference di Halaman Mapolresta Banyuwangi, Jumat (15/1/2021).

"Sedangkan yang tertinggi kedua adalah kasus persetubuhan anak," imbuhnya.

BACA JUGA : 

Bos Baby Lobster, Oknum Polisi, dan Kades yang Tertangkap Nyabu Hanya Direhabilitasi

Teka-Teki Uang Rp500 Juta dan 3 Tahanan Narkoba Polresta Banyuwangi yang Keluar Sel Dikawal Perwira

Sukses Bekuk Oknum Saat Pesta Narkoba, Tim Tipidsus Polresta Banyuwangi Dapat Penghargaan

Investasi Bodong di Banyuwangi, Polisi Periksa Terlapor Wanita Cantik

Kasus persetubuhan anak ini, kata Arman, mulai dari kasus muncikari yang menjual anak di bawah umur untuk mendapatkan keuntungan, hingga kasus persetubuhan terhadap korbannya yang masih di bawah umur. Modus penjahat seksual anak ini dilakukan dengan memberikan iming-iming ataupun dengan mengancam korban.

"Untuk kasus muncikari dengan pelaku berinisial N. Dia mengaku menjual anak di bawah umur kepada pria hidung belang seharga Rp 600 ribu dibayar tunai, dan dia mendapatkan untung Rp 100-200 ribu," ujarnya.

Selain itu, lanjut Arman, ada juga persetubuhan anak yang dilakukan orang terdekat. Seperti halnya ayah tiri berinisial S (47) terhadap anaknya di Kecamatan Wongsorejo. Bahkan, ayah bejat ini mulai mencabuli anak tirinya sejak kelas 1 SD atau masih berumur 7 tahun hingga saat ini berumur 16 tahun.

"Pelaku S ini selalu mengancam setiap kali hendak mencabuli korbannya yang merupakan anak tirinya. Perbuatan pelaku terbongkar setelah kepergok istrinya dan langsung mengusirnya dari rumah lalu melaporkannya ke polisi awal Desember tahun 2020 kemarin," ujarnya.

Kini, sebanyak 18 tersangka dari 12 kasus tindak kriminalitas pada awal tahun 2021 ini harus mendekam di sel tahanan Mapolresta Banyuwangi untuk proses penyidikan lebih lanjut. Mereka pun bakal dijerat hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (guh/zar)

BJ Habibie juga Kalah dengan Orang Madura
Jumat, 23 April 2021 00:41 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Ternyata tidak hanya Gus Dur yang kalah dengan orang Madura (Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan (6). BJ Habibie juga kalah dengan Orang Madura. Dalam Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan edisi ke-11, M Mas’ud Adnan – sang ...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Kamis, 22 April 2021 09:45 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Banyak negara mulai mengumumkan pertumbuhan ekonominya setelah didera pandemik Covid-19. Yang paling tinggi Tiongkok. Tapi pertumbuhan ekonomi India juga mengejutkan. Hanya saja Covid-19 di India gila-gilaan. Seti...
Selasa, 20 April 2021 00:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*60. Wa-idz qaala muusaa lifataahu laa abrahu hattaa ablugha majma’a albahrayni aw amdhiya huqubaanDan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke ...
Jumat, 23 April 2021 06:48 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...