JLS Rempi Kota Kediri Tumbuhkan Ekonomi Kreatif, Warga Betet Gelar Tasyakuran

JLS Rempi Kota Kediri Tumbuhkan Ekonomi Kreatif, Warga Betet Gelar Tasyakuran Kegiatan warga Betet di Jalan Lintas Sumber Rempi. (Ist).

KOTA KEDIRI,BANGSAONLINE.com -Jalan Lintas Sumber Rempi (JLSR) di Kelurahan Betet, Kecamatan Pesantren, kini berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi kreatif warga. 

Perbaikan ruas jalan tersebut disambut masyarakat dengan menggelar tasyakuran sebagai bentuk syukur sekaligus penanda lahirnya ruang ekonomi baru berbasis partisipasi warga, Minggu (25/1/2026).

Camat Pesantren Kota Kediri, Judy Kuntjoro, menjelaskan ramainya JLS Rempi berawal dari aktivitas spontan masyarakat yang memanfaatkan kawasan tersebut sebagai ruang publik untuk nongkrong dan bersantai setiap sore.

“Awalnya hanya untuk nongkrong dan ngopi. Dari kebiasaan itu muncul potensi ekonomi yang kemudian berkembang,” ujar Judy.

Ia menegaskan, kegiatan tasyakuran tersebut murni inisiatif masyarakat tanpa dorongan dari pihak kelurahan maupun kecamatan. 

Warga secara gotong royong menggelar acara sebagai ungkapan terima kasih atas pembangunan infrastruktur sekaligus upaya mendorong ekonomi kreatif lokal.

“Murni inisiasi warga yang melihat potensi dan peluang. Kami di kecamatan dan kelurahan menyambut baik dan memfasilitasi,” imbuhnya.

Antusiasme warga terlihat dari keterlibatan sekitar 115 pelaku UMKM yang meramaikan kegiatan tersebut. Pelaku usaha tidak hanya berasal dari Kelurahan Betet, tetapi juga dari wilayah lain di Kecamatan Pesantren, sehingga dampak ekonomi yang muncul bersifat lintas wilayah.

Melihat potensi tersebut, pihak kecamatan berencana mengusulkan JLS Rempi sebagai lokasi Car Free Day setiap Minggu pagi. 

Rencana ini akan diajukan kepada Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, dengan konsep kegiatan pukul 06.00 hingga 09.00 WIB.

“Ini sebagai bentuk fasilitasi pemerintah terhadap aspirasi masyarakat,” ungkap Judy.

Agar kegiatan berjalan tertib dan berkelanjutan, pengelolaan akan dilakukan secara terstruktur melalui kelurahan dan panitia khusus. 

Aspek kebersihan menjadi perhatian utama karena lokasi berada di sekitar area persawahan. 

Warga diingatkan untuk menjaga lingkungan agar aktivitas ekonomi tidak berdampak negatif bagi petani.

Ke depan, kawasan JLS Rempi tidak hanya diisi aktivitas UMKM, tetapi juga berbagai agenda kreatif seperti pertunjukan musik, lomba mewarnai anak-anak, hingga kegiatan komunitas lainnya.

Inisiatif warga Betet ini menjadi contoh sinergi antara masyarakat dan Pemerintah Kota Kediri, di mana pembangunan infrastruktur tidak hanya meningkatkan konektivitas, tetapi juga membuka ruang baru bagi tumbuhnya ekonomi lokal. (uji/van)