Jalan ruas Tosari yang dibangun dari dana PHJD.
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Pemkab Pasuruan melalui Dinas PU Bina Marga kembali mengajukan usulan pembangunan PHDJ (Program Hibah Jalan Daerah) untuk ruas menuju wisata Bromo-Tengger-Semeru ke Kementerian PUPR.
Usulan tersebut dilakukan lantaran masih banyak jalan kabupaten yang masuk koridor wisata mengalami kerusakan. Selain itu, pembangunan jalan juga untuk mendukung perekonomian serta kelancaran di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Bromo-Tengger-Semeru.
BACA JUGA:
- Dilema PPPK dan Napas APBD Pasuruan: Komisi I DPRD Cari Formula 'Bensin'
- Kolaborasi Mas Rusdi dan Gus Shobih Wujudkan Pemerintahan Akuntabel di Kabupaten Pasuruan
- Pemkab Pasuruan Ajukan Revitalisasi Pasar Wisata Cheng Hoo Rp66 Miliar ke Pemerintah Pusat
- Wabup Pasuruan Pantau GPM Serentak di Halaman Kecamatan Kejayan
Demikian disampaikan Kepala Dinas PU Bina Marga, Ir. Hanung Widya Sasangka. Menurut Hanung, perbaikan diusulkan apda jalan-jalan kabupaten yang merupakan akses menuju KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional) yang belum sepenuhnya diperbaiki.
Ia menjelaskan, pengerjaan perbaikan jalan yang diusulkan yakni berupa pengerasan jalan, hotmix,dan perawatan rutin. "Untuk tahun depan kita mengusulkan 5 ruas jalan efektif ke pusat. Seperti contoh ruas Dingllik-Penanjankan, ruas Dingklik-Lautan Pasir, ruas Wonokitri-Sedaeng, hingga Pendopo Agung Kecamatan Tosari," tambahnya.
Pada tahun 2020 ini, lanjut Hanung, Pemkab Pasuruan telah mendapatkan program dari kementerian melalui program PHDJ dengan anggaran Rp 30 miliar. Dana tersebut dipergunakan untuk pembangunan jalan-jalan kabupaten di wilayah Tosari yang menjadi penghubung ke wisata KSPN sepanjang 68 km. "Pembangunan tersebut sudah selesai semua," lanjutnya. (bib/par/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




