Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan, Rudi Hartono.
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan, Rudi Hartono, mendesak Dinas Perhubungan dan Satpol PP menindak tegas kendaraan bermuatan berlebih yang melintas di Kecamatan Rembang dan Wonorejo. Desakan itu muncul menyusul kerusakan pada ruas jalan yang baru diaspal pada 2025.
“Jalan itu baru dibangun tahun kemarin, tapi sekarang sudah rusak lagi. Kalau kendaraan yang lewat sesuai kapasitas, tidak mungkin kerusakannya secepat ini,” kata Rudi kepada BANGSAONLINE.com, Rabu (4/2/2026).
Menurut dia, kondisi jalan yang cepat rusak menjadi indikasi lemahnya pengawasan terhadap angkutan barang. Ia menilai, kendaraan yang melebihi batas tonase melanggar SOP dan merugikan keuangan daerah.
Rudi meminta unit Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan segera turun ke lapangan untuk pemeriksaan langsung dan menegaskan penindakan harus konsisten, bukan sekadar imbauan atau operasi temporer.
Ia juga mendorong Dishub Kabupaten Pasuruan agar tidak pasif, dan aktif menegakkan peraturan daerah terkait pembatasan muatan. Tanpa koordinasi antarlembaga, Rudi khawatir pelanggaran tonase akan terus berulang.
“Anggaran pembangunan jalan berasal dari uang rakyat. Jangan sampai habis hanya untuk menambal kerusakan yang seharusnya bisa dicegah,” tuturnya.
Kerusakan ruas Rembang-Wonorejo telah dikeluhkan warga karena mengganggu mobilitas, dan aktivitas ekonomi.
"Jika pengawasan tetap longgar, daerah hanya akan terus menanggung biaya perbaikan tanpa menyentuh akar persoalan," ucap Rudi. (maf/afa/par/mar)







