Wakil Bupati Pasuruan, M. Shobih Asrori, saat memberi sambutan.
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Semangat Hari Santri Nasional (HSN) 2025 bergema di Kabupaten Pasuruan. Salah satu gaung terbesarnya datang dari Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam (STEBI) Syaikhona Kholil Sidogiri yang sukses menggelar Festival Al Banjari tingkat SLTA se-Pasuruan Raya.
Kegiatan yang berlangsung meriah ini bukan sekadar ajang seni islami, melainkan momentum mempererat sinergi antara lembaga pendidikan, pemerintah daerah, dan gerakan mahasiswa dalam memperkuat dakwah di era digital.
BACA JUGA:
- Dilema PPPK dan Napas APBD Pasuruan: Komisi I DPRD Cari Formula 'Bensin'
- Kolaborasi Mas Rusdi dan Gus Shobih Wujudkan Pemerintahan Akuntabel di Kabupaten Pasuruan
- Pemkab Pasuruan Ajukan Revitalisasi Pasar Wisata Cheng Hoo Rp66 Miliar ke Pemerintah Pusat
- Wabup Pasuruan Pantau GPM Serentak di Halaman Kecamatan Kejayan
Rektor STEBI Syaikhona Kholil Sidogiri, Chulil Barory, menegaskan bahwa penyelenggaraan festival tersebut merupakan wujud nyata komitmen kampus dalam merawat tradisi keislaman sekaligus meneguhkan peran santri di tengah perubahan zaman.
“Melalui festival ini, kami ingin menghadirkan ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat religiusnya sekaligus memperkuat nilai-nilai kebangsaan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, pihaknya bertekad menjadi kampus rujukan dengan pendidikan berkualitas dan biaya terjangkau.
“Konsep kuliah ala santri menjadi ciri khas kami. Keseimbangan antara ilmu akademik dan nilai spiritual harus menjadi fondasi pembentukan generasi unggul,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Pasuruan, M. Shobih Asrori, menyerukan pentingnya modernisasi dakwah melalui pemanfaatan teknologi informasi.
“Pelatihan digitalisasi dakwah adalah langkah strategis untuk memperkuat peran santri dan dai di era modern. Pesan keislaman harus mampu menjangkau masyarakat luas melalui medium digital,” ucapnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




