Ketua Pondok Pesantren Wali Barokah, KH Sunarto (tengah), bersama para pengurus.
KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pemkot Kediri terus mendorong peran lembaga pendidikan keagamaan dalam pelestarian lingkungan dan mitigasi perubahan iklim. Salah satunya melalui dukungan terhadap Seminar Lingkungan Hidup yang digelar di Pondok Pesantren Wali Barokah, Sabtu (27/12/2025), sebagai rangkaian Musyawarah Daerah (Musda) VII LDII Kota Kediri.
Kegiatan ini diikuti sekitar 400 santri dari Pondok Pesantren Wali Barokah serta pondok pesantren se-Kota dan Kabupaten Kediri di bawah naungan LDII.
BACA JUGA:
- Pimpin LDII Gresik Periode 2026-2031, Khusnul-Fajar Siap Berkolaborasi dengan Pemerintah
- Musda X LDII Gresik Digelar, Enam Kandidat Berebut Kursi Ketua Baru
- TPA Klotok Dibuka Kembali, Layanan Persampahan di Kota Kediri Berangsur Normal
- Warga Blokade Jalan ke TPA Klotok, Kepala DLHKP Kota Kediri Minta Maaf
Seminar menjadi wadah edukatif untuk menanamkan kepedulian lingkungan kepada generasi muda pesantren dengan pendekatan keagamaan dan ilmiah. Acara terselenggara berkat kolaborasi LDII, Pondok Pesantren Wali Barokah, Pemkot Kediri, serta Universitas Gadjah Mada (UGM).
Ketua DPD LDII Kota Kediri sekaligus Wakil Ketua Pondok Pesantren Wali Barokah, Agung Riyanto, menegaskan bahwa lingkungan hidup adalah amanah yang harus dijaga bersama. Ia menekankan pentingnya peran santri sebagai agen perubahan melalui konsep Buksantren, yakni integrasi pendidikan agama dengan kepedulian lingkungan.
“Lingkungan hidup merupakan amanah yang harus dijaga bersama. Santri harus menjadi agen perubahan melalui konsep Buksantren,” ujarnya.
Ketua Pondok Pesantren Wali Barokah, KH Sunarto, menyebut seminar ini mendukung visi pesantren dalam mewujudkan lingkungan berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi pesantren, pemerintah daerah, dan akademisi untuk memperluas manfaat program lingkungan, termasuk pengembangan Program Kampung Iklim (Proklim).
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




