Wabup Asluchul Alif memukul gong saat pembukaan Musda X DPD LDII Gresik. foto: ist.
GRESIK,BANGSAONLINE.com -DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Gresik menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-10 untuk memilih ketua periode 2026–2031 di Kantor DPD LDII, Kebomas, Selasa (14/4/2026).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif yang ditandai dengan pemukulan gong.
Agenda utama Musda adalah pemilihan ketua DPD LDII Gresik, dengan enam kandidat yang diusulkan peserta forum.
"Musda X DPD LDII Gresik, forum mengusulkan enam kandidat calon ketua, yang terdiri dari tiga unsur ulama dan tiga dari kalangan profesional. Mereka antara lain, Farid Kurnia, Khusnul Hanibi, dan Husnan Abdul Gani," ujar ketua panitia Musda, Andi Fajar Yulianto.
Peserta Musda berasal dari unsur pengurus cabang tingkat kecamatan serta pengurus DPD tingkat kabupaten.
Melalui forum tersebut, panitia berharap dapat melahirkan kepemimpinan baru yang mampu membawa organisasi semakin berkembang.
"Harapan kami, LDII terus bersinergi dengan pemerintah daerah. Program-program yang ada dapat dituntaskan sehingga memberikan kontribusi nyata bagi organisasi dan masyarakat," terangnya.
"Dengan terpilihnya ketua baru LDII nanti diharapkan mampu mendorong penguatan sektor ekonomi umat yang memberikan kemaslahatan serta berkontribusi lebih luas bagi pembangunan bangsa," imbuhnya.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Gresik menekankan pentingnya peran LDII di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, termasuk dinamika geopolitik global.
"Peran LDII sangat penting dalam menciptakan suasana yang kondusif. Ini menjadi modal utama dalam mendukung pembangunan daerah," ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPW LDII Jawa Timur KH Moch Amrodji Konawi menegaskan program kerja LDII Gresik ke depan harus selaras dengan kebijakan pemerintah daerah, khususnya dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM).
Ia menyebut LDII berkomitmen mencetak generasi yang berakhlak, mandiri, dan berdaya saing.
"Program kerja lima tahun ke depan diharapkan tidak hanya memperkuat internal organisasi, tetapi juga bisa membersamai program-program yang telah dicanangkan oleh Pemkab Gresik," harapnya.
Ia menambahkan, penguatan SDM menjadi fokus utama sebagai kunci menghadapi perkembangan global di berbagai sektor.
Ketua MUI Kabupaten Gresik KH Ainur Rofiq menekankan pentingnya penanaman nilai kebangsaan dengan mengedepankan sikap rahmah atau kasih sayang.
Ia juga mendorong pengurus baru untuk aktif menjalin silaturahmi dengan berbagai organisasi keagamaan serta mengedepankan nilai moderasi beragama.
“Pengurus yang baru diharapkan mampu memperkuat ukhuwah dengan berbagai elemen masyarakat serta menjaga nilai-nilai toleransi," pungkasnya. (hud/van)

























