Kepala DLHKP Kota Kediri, Indun Munawaroh. Foto: Ist
KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Sudah 6 hari akses menuju TPA Gunung Klotok diblokade puluhan warga Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto. Akibatnya, truk pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) setempat tidak bisa masuk ke lokasi.
Hadi, warga Kelurahan Mrican, mengaku sampah rumah tangganya menumpuk karena petugas tidak lagi mengambil sampah sejak pemblokadean berlangsung.
"Petugas yang biasanya mengambil sampah di rumah saya, sudah ijin tidak mengambil sampah, karena tidak ada truk yang mengangkut sampah. Petugas tadi bilang kalau jalan menuju TPA Klotok diblokade warga, sehingga truk sampah tidak bisa masuk," akunya ketika dikonfirmasi, Selasa (7/4/2026).
Sementara itu, Kepala DLHKP Kota Kediri, Indun Munawaroh, menyampaikan permohonan maaf atas terganggunya layanan. Ia menegaskan gangguan ini bukan kelalaian, melainkan imbas aksi warga yang menutup akses sejak Kamis lalu.
"Akibatnya, Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di berbagai titik mengalami penumpukan. Selama enam hari ini memang terjadi gangguan. Namun, kami pastikan tidak ada sedikit pun niatan dari pemerintah kota untuk mengabaikan pelayanan. Ini murni karena kondisi di lapangan yang tidak memungkinkan," paparnya.
Ia pun meluruskan isu terkait dugaan janji kompensasi Rp2 juta per kepala keluarga dari Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati. Ia menegaskan kabar tersebut tidak benar.
"Tidak ada pernyataan dari Mbak Wali terkait pemberian kompensasi sebesar Rp2 juta. Meski demikian, pemerintah tetap berkomitmen memperhatikan kesejahteraan masyarakat," ucapnya.
Menurut dia, Pemkot Kediri konsisten menyalurkan kompensasi bagi warga terdampak sesuai Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah sejak 2009. Ia menambahkan, pemerintah akan mengedepankan dialog untuk meredakan situasi.
"Kami akan kembali bertemu perwakilan warga. Harapannya, melalui mediasi hari ini, akses menuju TPA bisa segera dibuka kembali," tuturnya.
Sejak Selasa (2/4/2026) warga Kelurahan Pojok melakukan aksi demo dengan menutup jalan menuju TPA Klotok. Mereka menuntut pencairan kompensasi Rp2 juta per kepala keluarga yang disebut pernah dijanjikan. (uji/mar)

























