Senin, 17 Mei 2021 03:57

​Reksa Natura Indonesia Jadi Tuan Rumah Pameran Keris dan Uji Kompetensi Batik

Minggu, 25 Oktober 2020 13:51 WIB
Editor: Tim
Wartawan: Ahmad Fuad
​Reksa Natura Indonesia Jadi Tuan Rumah Pameran Keris dan Uji Kompetensi Batik
Hardi Utoyo mempertunjukkan keris jenis Winongan. foto: ahmad fuad/ bangsaonline.com

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Yayasan Reksa Natura Indonesia (RNI) Pasuruan menggelar pameran keris dan uji kompetensi batik, yang diikuti pemerhati budaya keris dan pengembangan batik Natura se-wilayah Pasuruan dan Probolinggo. Kegiatan tersebut diikuti 70 peserta seniman dan budayawan.

"Yayasan RNI itu scope-nya nasional, khusus pemerhati batik alami," jelas Ketua Pembina Yayasan RNI H. Hardi Utoyo kepada BANGSAONLINE.com di Omah Pring, Jl. Raya Bypass, Pandaan, Pasuruan, Minggu (25/10).

Acara tersebut digelar selama dua hari, mulai Sabtu (24/10) hingga Minggu (25/10) oleh yayasan RNI yang merupakan pemerhati dan pengembangan batik di Kabupaten Pasuruan.

Sedang uji kompetensi batiknya adalah jenis batik natura yang terbuat dari dedaunan murni pewarnaan alam, tanpa campuran zat kimia. Batik tersebut, menurut Hardi, sudah teruji keasliannya, sehingga kualitas batiknya tidak gampang luntur.

BACA JUGA : 

Jelang Lebaran, ​DPMD Kabupaten Pasuruan Instruksikan Kepala Desa Segera Cairkan Insentif RT/RW

Mercon Untuk Lebaran Meledak di Pasuruan, Tiga Rumah Warga Rusak

Anggota DPRD Pasuruan Bersama Relawan Bagi-bagi Sarung dan Ribuan Bungkus Nasi

Rekonstruksi Jalan Wisata Menuju Gunung Bromo Mulai Disosialisasikan kepada Masyarakat

Sementara untuk pameran keris, menyuguhkan berbagai jenis keris. Antara lain Keris Winongan atau istilah lain Tombak Bugel, asli keris asal Pasuruan. Keris tersebut hingga kini menjadi ikon pasuruan.

Kemudian Keris Dapur (wajah) Pulanggeni, merupakan jenis keris di era kerajaan Mataram. Keris Dapur Brojool Winongan Tuban, Keris Dapur Tilam Sari, Keris Naga Sasra, dan keris pusaka lainnya.

Tujuan dari kegiatan ini, menurut Hardi, untuk menyadarkan generasi muda bangsa, di samping untuk melestarikan budaya leluhur nenek moyang, yang akhir-akhir ini hampir punah.

Hardi berharap pemerintah ada perhatian terhadap pelestarian budaya. "Karena keris dan batik adalah sebuah simbol khas suatu daerah. Apalagi Pasuruan sendiri memiliki sebuah keris khas yang dikenal diwilayah luar daerah yakni keris winongan," pungkasnya. (afa)

Artis Greta Garbo Ajak Nikah ​Albert Einstein
Rabu, 12 Mei 2021 04:07 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan episode 30 mereview cerita Gus Dur tentang fisikawan Albert Eintein dan model cantik Greta Garbo. “Anekdot ini saya ambil dari buku berjudul Gus Dur hanya Kalah dengan Orang Madura,...
Sabtu, 15 Mei 2021 22:16 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Bunga tabebuya, khususnya yang berwarna kuning, bermekaran lagi di jalanan Kota Surabaya. Bunga berwarna kuning indah itu semakin mempercantik jalanan, terutama jalan protokol pada saat Idul Fitri atau lebaran kali i...
Minggu, 16 Mei 2021 05:46 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Pembela utama korban kerusuhan 13 Mei 1998 adalah Ita Fatia Nadia. Aktivis perempuan ini kenyang teror. Bahkan ia pernah diancam oleh Jenderal Sintong Panjaitan.Ancaman itu dilakukan sang jenderal di Istana. Saat Fatia ...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Jumat, 14 Mei 2021 10:11 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Won...