Datangi Gedung DPRD Kabupaten, PMII Kediri Kembali Gelar Aksi Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja

Datangi Gedung DPRD Kabupaten, PMII Kediri Kembali Gelar Aksi Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja Aksi teatrikal. (foto: ist).

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Ratusan Aktivis PC PMII Kediri melakukan aksi demo tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di depan Kantor DPRD Kabupaten Kediri, Senin (12/10/2020). Aksi ini adalah aksi lanjutan yang sudah dilakukan sebelumnya di Kantor DPRD Kota Kediri, Kamis (8/10/2020) lalu. Meski peserta demo tidak sebanyak saat aksi pertama, namun tuntutannya tetap sama, yaitu menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja yang sudah disahkan oleh DPR RI tanggal 5 Oktober 2020 lalu.

Para demonstran menuntut agar DPRD Kabupaten Kediri juga ikut menolak Omnibus Law tersebut. Dalam orasinya, para demonstran juga menuntut Ketua DPRD Kabupaten Kediri dan seluruh Anggota DPRD Kabupaten Kediri menemui mereka dan bersama-sama menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Sempat terjadi perdebatan antara korlap aksi dan polisi. Adu dorong antara pendemo dan polisi juga tak terelakkan, karena para demonstran memaksa masuk ke kantor dewan, namun dihadang oleh polisi.

"Kami tidak bermusuhan dengan aparat kepolisian. Tapi kami memang sedang memusuhi DPR RI yang telah mengesahkan UU Omnibus Law," kata salah satu orator.

Demo juga diwarnai aksi bakar ban dan teatrikal. Ada yang berperan sebagai anggota DPR, pengusaha, rakyat miskin, dan polisi. Situasi agak melunak ketika beberapa Anggota DPRD Kabupaten Kediri menemui pendemo.

Tampak menemui pendemo dan ikut berpanas-panasan adalah Zaini dari F-Demokrat, Muhaimin dari PAN, Atox Prapungka dari Nasdem, Subagyo dari Golkar, Wasis dari F-PDIP, Totok Minto Leksono dari Gerindra, dan Maskur Lukman dari PKB.