Selasa, 20 Oktober 2020 22:02

PMI Kota Kediri Kerahkan Dua Unit Mobil Gunner untuk Pengkabutan Disinfektan di Kota Kediri

Senin, 14 September 2020 23:33 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Muji Harjita
PMI Kota Kediri Kerahkan Dua Unit Mobil Gunner untuk Pengkabutan Disinfektan di Kota Kediri
Mobil gunner saat melakukan pengkabutan disinfektan di Kota Kediri. (foto: ist.)

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Dalam rangka peringatan 75 tahun Palang Merah Indonesia (PMI), PMI Kota Kediri bersama Pemerintah Kota Kediri mengadakan pengkabutan disinfektan menggunakan mobil gunner di tiga kecamatan. Kegiatan ini dilakukan secara bertahap selama tiga hari, terhitung mulai hari ini 14 September sampai dengan 16 September 2020.

Di hari pertama pelaksanaannya, dua mobil gunner yang masing-masing berkapasitas 5.000 liter disinfektan diberangkatkan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, didampingi Sekretaris PMI Jawa Timur dr. Edy Purwinarto, dan Ketua PMI Kota Kediri dr. Indrakso di halaman Balai Kota Kediri, Senin (14/9).

Sebelum pemberangkatan, Wali Kota Kediri Abdullah Bakar menyampaikan terima kasih kepada seluruh relawan, khususnya PMI Kota Kediri, yang kurang lebih selama tujuh bulan sudah membantu dan bersatu padu dengan Pemerintah Kota Kediri menangani masalah Covid-19 di Kota Kediri.

“Saya ucapkan banyak terima kasih kepada PMI Jawa Timur dan PMI Kota Kediri, mudah-mudahan di ulang tahun yang ke-75 ini PMI dapat selalu memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya di Kota Kediri," kata Mas Abu, panggilan karib Wali Kota Kediri itu.

Menurut Mas Abu, PMI telah masuk ke sekolah-sekolah dan tempat lainnya bersama BPBD, dan TNI/Polri, untuk bersama-sama menanggulangi masalah virus corona di Kota Kediri. Kegiatan ini terus berjalan hari demi hari, bulan demi bulan, hingga saat ini sudah memasuki bulan ke-7.

"Tentu saya merasa terbantu sekali. Hari ini alhamdulillah kita dibantu juga oleh PMI kota Kediri berhubungan dengan PMI Jawa Timur, untuk mendatangkan mobil gunner, yaitu mesin pengkabut untuk mengkabuti dengan disinfektan jalan-jalan yang ada di Kota Kediri. Saya berterima kasih karena tidak semua daerah berkesempatan disemprot dengan mobil gunner, tapi kita berkesempatan disemprot secara masif selama 3 hari,” terang Mas Abu.

Dalam kesempatan ini, Mas Abu kembali mengingatkan kepada masyarakat bahwa virus corona masih ada. Untuk itu ia mengimbau agar masyarakat selalu waspada, disiplin protokol kesehatan dengan memakai masker ke manapun pergi.

"Dengan penyemprotan ini, mari sama-sama mengingatkan warga supaya mereka disiplin, bahwa saat ini corona masih ada. Obat paling mujarab adalah masker, cuci tangan pakai sabun, dan phisycal distancing," katanya.

"Tugas kita saat ini adalah menertibkan yang tidak tertib, karena masyarakat kita kadang-kadang melupakan masker dan protokol kesehatan. Catatan kita sudah membagikan masker banyak sekali, cuma kadang-kadang karena memang ada sebagian orang yang tidak mau pakai masker, kurang disiplin, yang akhirnya juga merugikan orang lain," pungkas Mas Abu.

Sementara itu, dr. Edy Purwinarto menjelaskan tentang salah persepsi dari masyarakat tentang pemberlakuan new normal.

“Akhir-akhir ini ada kesalahan di masyarakat dalam mempersepsi tentang PSBB yang sekarang berakhir. Masyarakat beranggapan bahwa PSBB tidak diberlakukan, ini dianggap bahwa sudah tidak perlu lagi menggunakan masker. New normal tetap diberlakukan dalam rangka bagaimana kita tidak terjebak pada satu kondisi ekonomi yang menyusahkan, sehingga dengan demikian, masyarakat diharapkan tetap menerapkan disiplin protokol kesehatan. Dan jika perlu pada tahap-tahap tertentu harus dikenakan sanksi,” ujar dr. Edy.

Terkait beberapa wilayah di Jawa Timur yang masih dikategorikan dalam zona merah, dr. Edy Purwinarto mengatakan sampai dengan data kemarin, terdapat enam daerah yang berada dalam zona merah yaitu Sidoarjo, Kabupaten dan Kota Pasuruan, Kabupaten dan Kota Probolinggo, dan Banyuwangi.

“Minggu lalu Tuban masih masuk dalam zona merah, dan alhamdulillah sekarang sudah menjadi zona kuning. Oleh karenanya, ini sangat tergantung pada masyarakat bagaimana perilakunya dalam menyikapi Covid-19 agar tidak sembarangan dan selalu patuh protokol kesehatan,” imbuh dr. Edy.

Sedangkan dr. Indrakso menambahkan bahwa pengkabutan ini juga bekerja sama dengan PMI Jawa Timur. "Mulai hari ini di Kecamatan Kota, besok di Kecamatan Mojoroto, dan lusa di Kecamatan Pesantren. Pengkabutan berjalan secara perlahan 5-10 km/jam, namun hanya di jalan-jalan protokol, karena mobil gunner memiliki tinggi kurang lebih 5 meter," ucap dr. Indrakso. (uji/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Senin, 19 Oktober 2020 22:35 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri ternyata memiliki air terjun yang luar biasa indahnya. Namanya Air Terjun Ngleyangan. Sayangnya, untuk mencapai air terjun yang konon pernah dijadikan tempat bertapa Raja Kediri itu, sangat sulit ...
Senin, 12 Oktober 2020 19:15 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) minta para kepala daerah meniru Jawa Timur dan Sulawesi Selatan dalam menangani Covid-19. Dua provinsi tersebut – menurut Jokowi - mampu menekan angka kasus Covid-19."Saya mencata...
Senin, 28 September 2020 22:43 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*32. waidhrib lahum matsalan rajulayni ja’alnaa li-ahadihimaa jannatayni min a’naabin wahafafnaahumaa binakhlin waja’alnaa baynahumaa zar’aanDan berikanlah (Muhammad) kepada mereka sebuah perumpamaan, dua...
Sabtu, 17 Oktober 2020 14:42 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...