Wali Kota Kediri Tekankan Literasi dan Pengelolaan Sampah saat Pimpin Apel

Wali Kota Kediri Tekankan Literasi dan Pengelolaan Sampah saat Pimpin Apel Wali Kota Kediri saat memberi sambutan.

KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, memimpin apel pagi di lingkup pemerintah daerah setempat, Senin (26/1/2025). Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan sejumlah arahan penting terkait peningkatan literasi membaca, serta menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, termasuk di kawasan permukiman.

"Saya sampaikan apresiasi kepada DLHKP, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman serta semua yang hadir. Karena telah berupaya menjaga Kota Kediri tetap bersih, aman dan kondusif," ujarnya.

Ditegaskan pula olehnya bahwa Pemkot Kediri berperan penting dalam menjaga lingkungan agar tetap bersih, rapi, dan indah. 

Ia turut menyoroti persoalan sampah sebagai tantangan utama, dengan menekankan pentingnya pemilahan sejak dari rumah tangga. Menurut dia, sampah yang terpilah dapat bernilai ekonomis dan edukasi kepada masyarakat harus terus digencarkan.

"Untuk itu kita semua harus bergerak bersama-sama. Karena efektif atau tidaknya pengelolaan sampah ini bisa dicapai apabila ada kolaborasi. Jangan sampai sampah menumpuk di TPA dan tidak terpilah," paparnya.

Selain itu, Wali Kota Kediri mengapresiasi berbagai inovasi literasi, termasuk program Transportasi Literasi Ceria (Transliteria) yang berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan. Program ini memanfaatkan bus Satria untuk berkeliling kota sambil membawa semangat membaca.

"Saya juga berharap ada barcode di berbagai moda transportasi dan juga ruang publik untuk masyarakat dapat membaca buku digital. Hal ini untuk meningkatkan minat membaca masyarakat. Dengan banyak membaca saya yakin generasi kita dapat menjadi generasi yang cerdas," ucapnya.

Kepala daerah termuda tersebut juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan di kawasan hunian agar masyarakat semakin nyaman. Ia meminta program dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) tepat sasaran dan sesuai aturan, terutama dalam pembangunan hunian.

"Kota Kediri ini hanya punya lahan pertanian sekitar 30 persen. Ini sedikit sekali. Jadi saya minta hunian dibangun sesuai aturan," pungkasnya. (uji/mar)