Kamis, 01 Oktober 2020 11:06

Anggota Komisi B Selidiki Peredaran Telur Infertil di Pasaran

Kamis, 06 Agustus 2020 22:30 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: M. Didi Rosadi
Anggota Komisi B Selidiki Peredaran Telur Infertil di Pasaran
Dr. HM. Noer Soetjipto (kiri), Anggota Komisi B DPRD Jatim saat bersama Wagub Emil Dardak dan Sekdaprov Heru Tjahjono usai rapat paripurna. foto: ist.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Belakangan ini disinyalir beredar telur ayam infertil di Jawa Timur. Telur infertil adalah telur yang tidak berhasil menjadi ayam dalam proses pengeraman. Dikenal juga sebagai hatched egg atau HE.

Keberadaan telur infertil di pasaran ini meresahkan masyarakat. Pasalnya telur ini tidak layak dikonsumsi manusia, karena bisa mengganggu kesehatan. Terkait hal ini, anggota Komisi B DPRD Jatim, HM. Noer Soetjipto akan menyelidikinya.

"Saya akan cari tahu dulu, mas. Saya selidiki, minggu depan akan saya kabari lagi," tutur politikus senior Gerindra itu, Kamis (6/8).

Politikus yang juga dikenal sebagai peneliti bergelar doktor ini mengaku, belum mendapat laporan dari masyarakat maupun dinas terkait tentang keberadaan telur infertil. Namun dirinya punya pengalaman yang mengarah pada produk telur infertil.

Pria yang kerap disapa Prof (Profesor) ini belum lama ini membeli telur berwarna putih seperti ayam kampung. Tapi waktu ia pecahkan untuk campuran minum jamu, putih telurnya encer dan kuning telurnya lembek, seperti mau pecah.

"Sebenarnya saya sudah curiga lama mas. Saya pingin beli lagi, mau saya bandingkan dengan contoh telur ayam kampung yang biasa saya pesan dari masyarakat yang pelihara ayam kampung. Mohon bersabar, saya akan cari sampelnya," ujar anggota parlemen dari daerah pemilihan Jatim IX tersebut.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Bidang Peternakan dan Perikanan, Kadin Jatim Ulya Abdillah mengatakan anjloknya harga daging dan telur ayam ras beberapa waktu lalu membuat mengalirnya distribusi daging ayam ras dan telur infertil dari pabrikan besar atau peternak integrator berskala besar. Padahal telur ini harusnya tidak dijual karena berbahaya jika dikonsumsi.

Dia mengatakan kasus peredaran telur infertil di wilayah Jatim memang saat ini sedikit melandai, menyusul adanya Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 32 tahun 2017, yang melarang peredaran telur infertil untuk konsumsi. Namun demikian, tetap masih ada yang beredar.

"Telur infertil adalah telur yang awalnya diperuntukkan dalam pembibitan ayam ras, namun karena kebutuhannya turun, maka telur yang akan ditetaskan justru dijual di pasaran. Dan ini sangat berbahaya jika dikonsumsi," kata Ulya. (mdr/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Minggu, 20 September 2020 21:35 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Banyuwangi banyak memiliki pantai cantik yang mempesona dengan keindahannya. Pantai yang bisa memikat para traveler datang di bumi sunrise of java ini.Tetapi bukan hanya pantai cantik saja yang menarik wisatawan mancan...
Rabu, 30 September 2020 20:15 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Pada tahun 90-an. Saat itu saya baru nikah. Saya bersama beberapa anak muda nongkrong di warung kopi. Tak jauh dari rumah. Warung itu terletak di pinggir jalan. Sekitar 300 meter dari Fakultas Kedokteran Universitas Ai...
Senin, 28 September 2020 22:43 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*32. waidhrib lahum matsalan rajulayni ja’alnaa li-ahadihimaa jannatayni min a’naabin wahafafnaahumaa binakhlin waja’alnaa baynahumaa zar’aanDan berikanlah (Muhammad) kepada mereka sebuah perumpamaan, dua...
Minggu, 27 September 2020 12:00 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...