Kamis, 06 Agustus 2020 22:35

Terkait Sengketa Lahan dengan PT KAI, Warga Jalan Mawar Wadul Komisi A DPRD Jember

Senin, 06 Juli 2020 20:27 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yudi Indrawan
Terkait Sengketa Lahan dengan PT KAI, Warga Jalan Mawar Wadul Komisi A DPRD Jember
Komisi A DPRD Jember saat mendatanggi rumah warga yang bersengketa dengan PT KAI.

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Polemik sengketa lahan antara warga jalan Mawar Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, dan PT KAI menarik perhatian anggota DPRD Jember dari Komisi A. Setelah adanya keluhan dari warga jalan Bromo, akhirnya seluruh anggota dari Komisi A turun ke lapangan guna melihat lokasi dan bukti-bukti status tanah di jalan Mawar, yang selama puluhan tahun dihuni oleh ratusan warga, Senin (6/7/2020).

Saat dikonfirmasi di lapangan, Ketua Komisi A DPRD Jember Tabroni mengatakan, pihaknya menemukan fakta baru. Bahwa, warga selama ini sudah berulangkali mengajukan keberatan atas klaim kepemilikan lahan oleh PT. KAI. Warga juga menyampaikan keberatan itu ke pihak kepolisian.

Namun, keberatan yang disampaikan oleh warga sampai saat ini belum ada tindaklanjut. Bahkan pada tahun 2016, warga pernah mengajukan permohonan kepada BPN. Tetapi pengajuan yang dilakukan oleh warga tidak pernah diproses oleh BPN.

"Sengketa antara warga Jalan Mawar dengan PT KAI memang rumit. Bukan berarti kita tidak bisa menyelesaikan. Kita akan cari solusi yang baik. Kami akan mengaji lebih dalam terhadap aset sengketa, agar bisa kembali lagi kepada rakyat," kata politikus PDIP ini.

Tabroni mengungkapkan kejanggalan dalam sengketa tersebut adalah terbitnya SPPT PBB yang sebelumnya atas nama warga, kini dialihkan atas nama PT. KAI. Bahkan BPN telah menerbitkan sertifikat hak guna bangunan yang dikeluarkan pada bulan Januari 2020. Dengan dalih, tidak ada keberatan dari warga. Padahal, warga sama sekali tidak mengetahuinya.

Tabroni juga menyayangkan sikap PT. KAI beberapa tahun sebelumnya, yang berupaya menguasai tanah yang berpuluh-puluh tahun dihuni oleh ratusan warga. Informasi yang dihimpun Tabroni, pihak PT. KAI juga mengintimidasi beberapa warga.

"Untuk mencari kebenarannya, kami juga mencari beberapa warga yang mengalami tindakan intimidasi yang dilakukan oleh PT. KAI. Salah satunya warga bernama Sujatmiko, yang beberapa tahun lalu diancam akan diusir dari rumahnya jika menolak membayar sewa," jelas Tabroni.

Tabroni mempertanyakan sertifikat hak guna yang baru keluar pada bulan Januari 2020 lalu. Ia juga mengecam tindakan PT. KAI yang menarik sewa kepada warga.

"Terkait terbitnya sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB), kami dari Komisi A dalam waktu dekat akan mendatanggi dan meminta penjelasan Kanwil BPN Jawa Timur, agar mencabut sertifikat yang sudah diterbitkan atas nama PT. KAI," terangnya.

Sementara Humas PT. KAI Daops 9 Jember Mahendro Trang Bawono, membantah pernah melakukan intimidasi terhadap warga. Hanya, pihaknya mengaku pernah mengirimkan surat peringatan kepada warga yang tidak membayar sewa kepada PT. KAI.

Menurut Mahendro, surat peringatan tersebut sudah sesuai dengan SOP PT. KAI. Mahendro juga menyatakan siap jika akan dipertemukan dengan warga, dengan harapan dapat menemukan solusi, agar tidak ada pihak yang dirugikan. (yud/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Kamis, 06 Agustus 2020 20:34 WIB
Oleh: Prof Dr Rochmat WahabPada hakekatnya manusia bermula dari lahir, tumbuh dan berkembang mencapai puncak, menurun dan berakhir dengan wafat. Inilah sunnatullah, normalnya manusia, walau pada prakteknya ada juga yang dipanggil Allah SWT, s...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...