Minggu, 09 Agustus 2020 06:24

​Meski Belum Dapat Izin, Tempat Wisata di Jombang Nekat Buka

Minggu, 21 Juni 2020 14:21 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Aan Amrulloh
​Meski Belum Dapat Izin, Tempat Wisata di Jombang Nekat Buka
Wisata Alam Banyu Mili Wonosalam.

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Pihak pengelola wisata alam yang berada di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang nekat membuka usahanya meski belum ada izin dari dinas terkait.

Wisata alam tersebut, yakni Banyu Mili yang berada di Desa Carangwulung, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. Dengan dalih persiapan masa Transisi New Normal, pihak pengelola membuka usahanya untuk pengunjung sebagai evaluasi persiapan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

Adapun untuk persiapan menuju era New Normal sendiri, seluruh karyawan diwajibkan mengenakan alat pelindung diri berupa masker, face shield atau pelindung wajah, dan sarung tangan. Alat pengukur suhu tubuh berupa thermogun, tempat cuci tangan, hingga hand sanitizer juga disiapkan oleh pengelola wisata untuk para pengunjung.

Pengelola wisata juga menyiapkan check point di depan pintu masuk wisata. Setiap pengunjung yang datang, wajib dilakukan pengecekan suhu tubuh dengan alat thermogun. Pengunjung juga diwajibkan memakai masker dan diminta mencuci tangan setelah melalui pengecekan suhu tubuh. Di dalam lokasi wisata, pengunjung juga diminta tertib untuk menjaga jarak aman.

"Kami masih banyak kekurangan terkait protokol kesehatan, makanya dengan ini kita lebih banyak evaluasi," ucap Pengelola Wisata Banyu Mili, Hendro Kristianto, Minggu (21/6/2020).

Saat disinggung apakah sudah berkoordinasi dengan pihak Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Jombang terkait pembukaan kembali Wisata Banyu Mili, pihak pengelola mengaku belum melakukan hal itu.

"Kami belum melakukan koordinasi secara resmi ke dinas, akan tetapi kami lebih ke evaluasi persiapan. Dan kalaupun nanti masih ada kekurangan berkenaan dengan protokol kesehatan, kami siap mengikuti arahan dari dinas terkait," tegas Hendro.

Tempat wisata yang berada di Lereng Gunung Anjasmoro ini dibuka lantaran terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi, di antaranya faktor ekonomi. Pasalnya, banyak sekali karyawan yang menganggur, serta banyaknya produk-produk UMKM yang tak terserap selama penutupan tempat wisata.

"Kami ada 20 karyawan dari warga sekitar yang menganggur di tengah pandemi ini, belum lagi banyak produk UMKM lokal, mereka rata-rata mengeluh. Intinya ini lebih tepatnya proses pemulihan ekonomi," tutur Hendro.

Pihak pengelola sendiri sudah pernah melakukan audiensi dengan Pemkab Jombang terkait pengelolaan wisata di tengah pandemi Covid-19, bahwa ada kesepakatan untuk setiap pengelola wisata harus menerapkan protokol kesehatan.

"Terakhir, kita (Para Pengelola Wisata Wonosalam) melakukan audiensi. Namun, belum ada lampu hijau terkait New Normal ini. Akan tetapi, di situ ada wacana protokol New Normal, namun sampai hari ini belum diterapkan pihak Pemerintah Kabupaten Jombang," katanya.

Hendro juga mengatakan jika pihaknya melakukan penutupan wisata ini sebelum Pemkab Jombang mengumumkan darurat Covid-19. Namun, hingga hari ini pihaknya belum menerima surat edaran dari pemerintahan untuk melakukan penutupan area wisata selama pandemi.

"Kami tutup wisata ini inisiatif sendiri sejak 4 bulan lalu, sebelum Jombang ditetapkan sebagai darurat Covid-19, karena pengunjung sudah menurun drastis," pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab mengatakan, jika mendapati adanya tempat wisata yang nekat buka di tengah pandemi Covid-19, akan dilakukan tindakan tegas. Pasalnya, para pengelola wisata sudah membuat kesepakatan dengan Pemkab Jombang, di mana ada sejumlah ketentuan yang harus diikuti.

"Ya ndak bisalah, nanti dulu, itu akan dikenakan tindakan tegas oleh aparat. Kan kemarin sudah ada kesepakatan, persiapannya kayak gimana, kalau sudah baru pemberitahuan ke kita (Pemkab Jombang), selanjutnya dilakukan survei," pungkasnya.

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Kamis, 06 Agustus 2020 20:34 WIB
Oleh: Prof Dr Rochmat WahabPada hakekatnya manusia bermula dari lahir, tumbuh dan berkembang mencapai puncak, menurun dan berakhir dengan wafat. Inilah sunnatullah, normalnya manusia, walau pada prakteknya ada juga yang dipanggil Allah SWT, s...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...