Jika Santri Wajib Rapid Test Sebelum Masuk Ponpes, Biayanya Harus Ditanggung Pemerintah

Jika Santri Wajib Rapid Test Sebelum Masuk Ponpes, Biayanya Harus Ditanggung Pemerintah Suasana Ponpes Bumi Aswaja Wonokerto Dukun masih sepi karena santri diliburkan dampak pandemik Covid-19. foto: ist

Lanjut Kiai Irsyad, pihaknya juga mengharapkan ada bantuan pemerintah berupa bilik semprot disinfektan di setiap pintu masuk Ponpes. "Bilik ini untuk mensterilkan badan, dan pakaian santri dari paparan virus," terangnya.

Kiai Irsyad lebih jauh mengungkapkan, saat ini santri belum kembali ke ponpes. Sebab, bulan Juni ini mereka masih berkegiatan dengan sistem daring (dalam jaringan/online) di rumah masing-masing.

"Para santri memasuki libur panjang mulai tanggal 20 Juni sampai 12 juli 2020. Kemudian, pada 13 Juli menurut kalender pendidikan, kembali masuk," pungkasnya.

Senada dengan Kiai Irsyad, Ketua Fraksi Amanat Pembangunan (FAP) DPRD , Khoirul Huda menyatakan, kalau dirinya setuju jika biaya rapid test terhadap santri dibebankan kepada pemerintah.

Ketua Fraksi Golkar, Wongso Negoro juga menyampaikan hal serupa. "Seyogyanya anggaran dibebankan kepada APBD. Perlu pembahasan antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan Tim Anggaran (Timang) Pemkab . Mengingat kebutuhan anggarannya cukup besar," pungkasnya. (hud/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Viral! Video Manusia Menikahi Kambing di Gresik, Bupati Mengecam: Jahiliyah!':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO